Tampang

Apa Itu Jet Lag dan Bagaimana Tubuh Menyesuaikan Diri?

28 Agu 2025 14:45 wib. 51
0 0
Tidur
Sumber foto: Canva

Bepergian melintasi zona waktu yang berbeda bisa menjadi pengalaman yang mendebarkan. Namun, sering kali kegembiraan itu harus dibayar dengan rasa lelah, pusing, atau bahkan sulit tidur yang dikenal sebagai jet lag. Kondisi ini bukan sekadar rasa lelah biasa setelah perjalanan panjang, melainkan respons biologis tubuh yang bingung. Memahami apa itu jet lag dan bagaimana tubuh kita beradaptasi adalah kunci untuk mengelola dampaknya, sehingga kita bisa menikmati perjalanan dengan lebih baik.

Jet Lag: Gangguan pada Jam Biologis Tubuh

Secara ilmiah, jet lag atau desynchronosis terjadi ketika ritme sirkadian tubuh kita tidak sinkron dengan waktu setempat. Ritme sirkadian adalah siklus internal tubuh selama 24 jam yang mengatur kapan kita merasa mengantuk, kapan kita merasa lapar, dan berbagai fungsi biologis lainnya. Jam biologis ini sangat dipengaruhi oleh isyarat eksternal, terutama cahaya matahari.

Saat kita terbang melintasi beberapa zona waktu, tiba-tiba kita berada di siang hari saat tubuh kita masih mengira ini adalah tengah malam, atau sebaliknya. Sinyal cahaya yang diterima mata tidak sesuai dengan jam internal tubuh. Akibatnya, otak bingung: kapan harus memproduksi hormon tidur melatonin, dan kapan harus memproduksi hormon kortisol yang membuat kita terjaga. Kekacauan sinyal inilah yang memicu gejala jet lag, seperti kelelahan ekstrem, sulit tidur di malam hari, mengantuk di siang hari, sakit kepala, dan masalah pencernaan.

Semakin banyak zona waktu yang dilintasi, semakin parah jet lag yang dirasakan. Perjalanan dari barat ke timur (misalnya dari Jakarta ke Tokyo) umumnya lebih berat daripada dari timur ke barat (dari Jakarta ke London), karena tubuh harus "maju" lebih cepat, sesuatu yang lebih sulit dilakukan oleh jam biologis.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?