3. Karya-Karya Tulis dan Aktivisme
Sebagai seorang penulis, Liu Xiaobo banyak menulis artikel dan esai yang membahas berbagai isu sosial dan politik. Karya-karyanya sering kali menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan ketidakadilan yang terjadi di China. Salah satu karya pentingnya adalah "Charter 08," sebuah manifesto yang disusun pada tahun 2008, yang menyerukan reformasi politik dan hak asasi manusia di China. Manifesto ini mengkritik sistem politik otoriter China dan meminta perubahan menuju demokrasi.
"Charter 08" mendapat respons keras dari pemerintah China, dan Liu Xiaobo ditangkap pada bulan Desember 2008 dengan tuduhan subversi. Ia dijatuhi hukuman sebelas tahun penjara atas keterlibatannya dalam dokumen tersebut, dan hukuman ini menandai salah satu dari banyak usaha pemerintah China untuk membungkam suara-suara kritis.
4. Penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian
Pada tahun 2010, Liu Xiaobo dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian atas usaha dan dedikasinya dalam mempromosikan hak asasi manusia dan kebebasan berbicara. Penghargaan ini diberikan meskipun Liu masih berada dalam penjara, dan ini menjadi momen penting dalam sejarah Hadiah Nobel yang menyoroti keberanian individu yang berjuang melawan penindasan.
Penghargaan ini tidak hanya mengakui perjuangan Liu Xiaobo tetapi juga menarik perhatian internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia di China. Meskipun pemerintah China menolak untuk mengakui penghargaan tersebut, pengakuan ini memberikan dorongan moral bagi para aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia.