Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Mengungkap Antara Mitos dan Fakta Seputar Saraf Kejepit

Mengungkap Antara Mitos dan Fakta Seputar Saraf Kejepit

28 Juli 2018 | Dibaca : 1925x | Penulis : Maman Soleman

Pernahkah Anda mengalami nyeri di pinggang bawah lalu seperti menjalar ke bagian kaki? Merasa nyeri, kesemutan, kebas? Ketika dibiarkan, justru semakin sakit sampai berjalan kaki pun harus "ngesot"?

Itu memang tanda-tanda kemungkinan adanya saraf kejepit akibat kerusakan di tulang belakang. Namun, sering kali, hal itu kita biarkan atau dilakukan pengobatan sesuai pengetahuan kita sendiri tanpa pertimbangan medis.

Ada banyak mitos yang dipercayai dari mulut ke mulut untuk menangani sakit pinggang atau sakit tulang belakang. Namanya mitos, hal-hal itu ternyata tidak efektif memberikan kesembuhan dan bahkan ada yang tidak sesuai dengan fakta medis.

Beredar mitos, sakit pinggang dan tulang belakang bisa sembuh hanya dengan diurut. Mengurutnya pun disebut-sebut harus dengan teknik tertentu sampai akhirnya sembuh.

Faktanya, urut adalah salah satu metode yang hanya bisa meringankan gejala nyerinya. Dalamnya, enggak. Seperti ada penderita yang sering diurut lalu nyerinya selalu timbul lagi, setelah dilakukan MRI, ternyata sarafnya kejepit jadi memang tidak akan bisa sembuh kalau hanya diurut.

Ada mitos lain bahwa saat punggung terasa nyeri, kita sebaiknya merebahkan diri atau tidur pada alas yang keras. Ada yang tidur di lantai atau tidur di dipan kayu tanpa alas kasur.

Faktanya justru sebaliknya. Bila tulang belakang yang sakit bersentuhan dengan alas tidur yang keras, justru rasa nyeri itu akan semakin terasa karena saraf yang terjepit akan semakin tertekan. Tubuh tetap memerlukan alas tidur yang empuk sesuai kebutuhannya.

Mitos lain, sakit pada tulang belakang yang mengakibatkan saraf kejepit adalah karena kekurangan kalsium.

Faktanya, sakit ini tidak berhubungan dengan makanan. Kalau kekurangan kalsium itu pengeroposan tulang. Tetapi, ini terjadi karena memang aspek degeneratif dan aktivitas fisik yang mengangkat beban berlebihan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Memori Untuk Mengingat Rangsangan Terurut yang Membedakan Manusia dari Hewan Lain
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Manusia memiliki banyak kemampuan kognitif yang tidak dimiliki hewan lain, seperti kemampuan bahasa, kemampuan berpikir, dan perencanaan. Terlepas dari ...
al masoem
7 Juni 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Asep Sujana Ngaliwet (menanak nasi dengan alat Kastrol)sangat melekat dengan kehidupan Santri pada sebuah Pesantren, budaya pesantren seperti itu ...
Paguyuban Bentor Ponorogo Protes banyak Bentor yang Diamankan Polisi
18 November 2017, by Admin
Tampang.com – Langkah polisi menertibkan becak motor (bentor) direaksi Paguyuban Bentor Ponorogo. Pihak paguyuban tidak terima bentor ditertibkan. Sebab ...
Bisnis Ayam Geprek, Ruben Onsu Hanya Ambil Untung Rp.1000 per boks
24 Juli 2017, by Rachmiamy
Para selebriti tanah air memang sedang gencar membuka bisnis kuliner, sebut saja Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Laudya Chintya Bella dan tak terkecuali Ruben ...
Menengok Restoran Bawah Laut Pertama di Eropa
6 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak sekali karya arsitektur megah berada di benua Eropa. Mulai dari Menara Eiffel di Prancis, hingga Menara Pisa di Italia. Kini, yang terbaru ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab