BGN telah mempersiapkan komposisi makanan yang terdiri dari bahan-bahan tahan lama seperti telur, susu, dan beberapa jenis sayuran. Saat ini, lembaga tersebut sedang menjalani proses uji coba untuk memastikan sayuran tersebut dapat bertahan hingga sore hari, agar dapat dinikmati oleh para siswa setelah jam sekolah.
"Makanan yang tahan lama ini meliputi telur, susu, serta buah-buahan. Kami juga tengah berusaha agar sayuran dapat menggugah selera dan layak dikonsumsi siswa di sore hari," jelas Dadan. Dia menekankan bahwa semua makanan yang dikirimkan ditargetkan mampu bertahan hingga 8 jam setelah dimasak, sehingga kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
Dadan menambahkan bahwa uji coba makanan tahan lama ini sedang dilaksanakan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. "Kami sedang melakukan pengujian untuk memastikan ketahanan makanan, apakah bisa bertahan selama sekitar 8 jam tanpa menurunkan kualitasnya," lanjut Dadan.
Jika pengujian terhadap makanan tahan lama ini berhasil, BGN berencana membagikan dua kantong kepada setiap siswa untuk digunakan dalam membungkus makanan. Dua kantong tersebut akan saling digunakan secara bergantian, sehingga setiap hari siswa dapat menukarkan kantong yang digunakan sebelumnya dengan yang baru berisi makanan.