Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Yusril : Ini Mispersepsi Dalam Penegakan Hukum, harus di Carikan Jalan Keluarnya

Yusril : Ini Mispersepsi Dalam Penegakan Hukum, harus di Carikan Jalan Keluarnya

18 Juni 2017 | Dibaca : 467x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Habib Rizieq Shihab yang masih berada di Arab Saudi meminta bantuan kepada Pakar Hukum Tata Negara Indonesia, Yusril Ihza Mahendra untuk membentuk tim rekonsiliasi antara GPNF MUI dengan pemerintah. Permintaan habib Rizieq ini disampaikan melalui rekaman suara habib pada saat acara talk show kasus Rizieq di Hotel Balairung Matraman Jakarta.

Yusril sendiri mengatakan kesediannya menjadi jembatan antara para aktivis dan ulama yang selama ini sedang mengalami ketegangan. Yusril siap mengajukan formula rekonsiliasi yang bisa diterima kedua belah pihak yag pada akhirnya bertujuan demi persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Yusril juga berpendapat dengan adanya rekonsiliasi antara GNPF MUI, Habib Rizieq, serta para ulama lainnya dan para aktivis yang dituduh melakukan makar, sangatlah penting bagi terciptanya persatuan dan kesatuan Indoesia. Yusri berkeyakinan bahwa para tokoh ini sebenarnya beritikad untuk memajukan persatuan dan kesatuan bangsa hanya berbeda pendapat dan caranya, ini merupakan hal yang wajar dalam berdemokrasi, sahut Yusril.

Lebih lanjut Yusril menjelaskan bahwa dia sangat mengenal Habib Rizieq dan para tokoh-tokoh baik aktivis maupun ulama yang sedang menghadapi berbagai permasalahan hukum. Terhadap permasalahan ini, Yusril berpendapat bahwa seyogyanya pemerintah bersikap bijak dengan mengedepankan dialog dan langkah persuasif,  bukannya melakukan langkah hukum yang menuai kontroversi terhadap para ulama dan aktivis ini.

Pemerintah perlu melakukan pendekatan baru yang simpatik dengan merangkul tokoh-tokoh ulama dan aktivis yang berada diluar pemerintahan, hal ini akan mengurangi ketegangan dan tidak akan menimbukkan anggapan bahwa pemerintah melakukan kriminalisasi ulama dan para aktivis ini, jelas Yusril.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Persatuan Tiga Perusahaan Besar Jerman Atasi Kemacetan
27 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiga Perusahaan Besar Otomotif Jerman, Audi, BMW, dan Mercedes-Benz bersatu atasi kemacetan dengan membangun jaringan real-time traffic ...
"Polisi dan TNI, kalau tidak diizinkan Pak Jokowi, serahkan senjata pada kami, dan bergabung ke Myanmar"
16 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kasus etnis Rohingya Myanmar, semakin saja mencekam karena pemerintah Myanmar sendiri tidak mau bekerjasama dalam masalah etnis Rohingya, bahkan ...
partai
21 Juli 2017, by Tonton Taufik
DPR telah mengesahkan RUU Pemilu untuk tahun 2019, yaitu menggunakan data hasil pemilu tahun 2014 untuk mencalonkan seseorang dari partai menjadi calon ...
Cinta Dengan Mindset (Pola Pikir) yang Benar Membuat Hubungan Awet
4 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Berbicara tema "Cinta", siapa sih yang tidak senang. Benar gk???😊 Cinta adalah perasaan yang dimiliki setiap individu dan terkadang ...
Pasar Tradisional, Riwayat Mu Kini
8 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Segala kebutuhan hidup baik yang primer maupun sekunder bisa kita temukan di Pasar. Mulai dari makanan ringan, sayuran, buah-buahan, pakaian, perabot ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab