Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Studi: Tidur yang Buruk Dapat Menyebabkan Kebiasaan Makan yang Buruk

Studi: Tidur yang Buruk Dapat Menyebabkan Kebiasaan Makan yang Buruk

6 Juni 2018 | Dibaca : 364x | Penulis : Slesta

Orang dengan kesulitan tidur memiliki kebiasaan makan malam yang buruk dan menghadapi peningkatan risiko diabetes dan obesitas, menurut sebuah survei.

Peneliti Ilmu Kesehatan Universitas Arizona menemukan bahwa ngemil di malam hari dan mengidam makanan sampah karena kesulitan tidur merupakan faktor dalam masalah medis. Temuan mereka dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan ke-32 Associated Professional Sleep Societies LLC di Baltimore.

Orang dewasa yang mendapatkan kurang dari tujuh jam tidur setiap hari lebih mungkin melaporkan 10 kondisi kesehatan kronis - termasuk kondisi jantung, depresi, kanker dan penyakit - dibandingkan dengan mereka yang cukup tidur, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit . CDC menentukan 35,2 persen penduduk AS mendapat kurang dari tujuh jam tidur per malam.

"Studi laboratorium menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan keinginan junk food di malam hari, yang mengarah pada peningkatan snack yang tidak sehat di malam hari, yang kemudian mengarah ke kenaikan berat badan," Dr. Michael A. Grandner, asisten profesor psikiatri dan direktur UA Sleep dan Program Penelitian Kesehatan dan Klinik Perawatan Tidur Objektif UA, mengatakan dalam siaran pers. "Studi ini memberikan informasi penting tentang proses, bahwa temuan laboratorium ini mungkin benar-benar diterjemahkan ke dunia nyata."

Dia menambahkan hubungan "mungkin mewakili cara penting bahwa tidur membantu mengatur metabolisme."

Dalam survei berbasis telepon nasional, 3.105 orang dewasa dari 23 wilayah metropolitan AS disurvei.

Para peneliti bertanya apakah mereka biasanya memiliki camilan di malam hari, dan apakah mereka menginginkan makanan cepat saji ketika mereka mengalami kesulitan tidur, selain tentang kualitas tidur biasa dan masalah kesehatan lainnya.

Dua pertiga dari peserta mengatakan kurang tidur membuat mereka ingin junk food, dan 60 persen mengatakan mereka biasanya makan camilan di malam hari.

Mengidam karena kehilangan tidur lebih mungkin di antara individu yang lebih muda dengan depresi dan kualitas tidur yang buruk, dan kurang mungkin di kalangan orang dewasa yang tidak pernah menikah. Tidak ada hubungan untuk jenis kelamin, ras, etnis atau durasi tidur.

"Tidur semakin diakui sebagai faktor penting dalam kesehatan, di samping nutrisi," kata pemimpin penulis Christopher Sanchez, seorang sarjana nutrisi dan ahli diet. "Studi ini menunjukkan bagaimana pola tidur dan makan terhubung dan bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

jasa traffic web
13 September 2019, by Admin
Sudah pernah mendengar istilah publisher? Publisher dikenal sebagai afiliasi atau reseller dan ini merupakan pihak independen (baik berupa individu atau ...
Hujan Gol Warnai Laga Duo Manchester, MU Taklukkan City
8 April 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hujan gol warnai laga antara duo Manchester, Manchester City dan Manchester United di Stadium Etihad, markas City, Minggu (08/04) dini hari. Pada ...
Baterai Smartphone Cepat Habis dan Ngedrop ? Coba Ikuti Tips Dibawah ini...
10 Maret 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kalau Baterai smartphone cepat habis dan ngedrop, pastilah kamu uring-uringan dan kesel minta ampun, apalagi kamu lupa ketinggalan charger untuk ...
Ternyata Ingatan Butuh Waktu untuk Direkam
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Bagaimana ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang sudah sering dieksplorasi oleh para peneliti. Ilmuwan New York University Thomas Carew dan Nikolay ...
6 Mitos Kesehatan yang Tidak Benar
22 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mitos sering dipercaya banyak orang secara turun temurun. Mitos dipercaya karena disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat berupa nasihat, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview