Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Sinar Pertanda Lahirnya Lubang Hitam

Sinar Pertanda Lahirnya Lubang Hitam

15 Juli 2018 | Dibaca : 339x | Penulis : Maman Soleman

Hilangnya neutron menyebabkan kilatan cahaya sekaligus menjadi pertanda lahirnya lubang hitam. Diperkirakan banyak bintang yang sangat besar meledak ketika mereka mati atau lenyap dan hanya menyisakan sedikit neutron atau bakal lubang hitam.

Namun, menurut Elizabeth Lovegrove dari Universitas California, beberapa bintang besar yang mati tidak menghasilkan ledakan supernova karena sebagian bintang terkadang juga sulit untuk meledak ketika mati.

Umumnya lubang hitam terbentuk di alam semesta melalui ledakan supernova. Artinya, lubang hitam adalah ujung dari aktivitas bintang. Saat bintang ber-massa melebihi 25 kali massa Matahari menghentikan hidupnya, ia akan meledak didalam ledakan nuklir yang mahadahsyat.

Bagian paling luar akan terlontar dengan kecepatan tinggi, sedangkan bagian inti bintang akan mengalami keruntuhan dan menjadi sebuah objek yang sangat padat. Inti yang padat itu lalu dapat membuat bintang yang banyak mengandung neutron.

Jika massa inti bintang yang menderita keruntuhan itu melebihi 3 kali massa Matahari, gravitasi dari inti bintang yang menderita keruntuhan itu akan terus-menerus memberikan desakan sampai objek itu kian mampat. Akibatnya, medan gravitasi di permukaannya menjadi kian kuat dan lama kelamaan menjadi black wholes (lubang hitam).

"Ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa sebagian besar bintang yang meledak membentuk lubang hitam. Sulit untuk meninggalkan jejak ketika inti bintang hilang ke dalam lubang hitam," kata Stan Woosley di UCSC. Lovegrove dan Woosley menyadari kunci untuk melihat bintang yang meledak terletak pada jumlah neutron yang dilepaskan dari inti bintang itu ketika terjadi ledakan.

Tanpa adanya neutron, inti bintang menjadi lebih ringan. Perubahan itu mengirimkan gelombang kejut pada lapisan luar bintang sehingga inti bintang terbang dan bersinar terang.

Dalam studi lain, Anthony Piro dari Institut Teknologi California, memperkirakan proses yang terjadi ketika beberapa gas terlepas pada hari pertama ledakan bintang. Ia menemukan kilatan cahaya dari ledakan bintang itu. Kilatan cahaya itu lebih lemah daripada cahaya supernova, tetapi cukup terang untuk dilihat dan diidentifikasi melalui teleskop.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Dengan Fitur Mute Pada Twitter, Kamu Kini Dapat Membungkam Akun yang Mengganggu
11 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sekarang ini, tindak kekerasan marak terjadi, apalagi kini tindakan kekerasan ini sudah mulai menyerang melalui online salah satunya dalam bentuk ...
Tiga Polisi Korban Ledakan Bom Bunuh Diri Kampung Melayu akan Dimakamkan Hari ini
25 Mei 2017, by Zeal
Ledakan bom bunuh diri semalam yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengakibatkan tiga polisi meninggal dunia. Berdasar informasi, ketiganya ...
Ingin Forest Walking? Yuk, Ke  Babakan Siliwangi  Bandung!
4 Februari 2018, by Dika Mustika
Bagaimana aku tak semakin cinta Bandung? Di Bandung, kini hadir (lagi) tempat wisata yang seakan menjawab keinginan warganya. Berwisata sambil menghirup udara ...
musik bahagia
3 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Mendengarkan musik yang bahagia dapat membantu menghasilkan lebih banyak solusi inovatif dibandingkan dengan tidak mendengarkan apapun, menurut sebuah studi ...
Benarkah Rokok Menyebabkan Buta dan Tuli?
19 Maret 2018, by oteli w
Benarkah Rokok Menyebabkan Buta dan Tuli? Apakah anda percaya dengan judul artikel ini? Secara pribadi sepertinya kurang yakin jika rokok itu dapat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview