Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Imigran Gelap dari Afrika didapati Menginap di Apartemen Green Pramuka City

Imigran Gelap dari Afrika didapati Menginap di Apartemen Green Pramuka City

14 November 2019 | Dibaca : 639x | Penulis : Admin

Sebanyak 14 imigran gelap diamankan di Kantor Imigrasi kelas 1 non- TPI Jakarta Pusat. Para Imigran gelap ini berasal dari Afrika dan didapati sedang menginap di apartemen Green Pramuka City yang bertempat di Jakarta Pusat. Para imigran gelap ini dinyatakan telah melanggar peraturan di Indonesia mengenai ketentuan bagi warga asing yang tinggal di Indonesia. Alvian Bayu Indra Yudha selaku Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian menyatakan kepada para wartawan bahwa para imigran yang diamankan tersebut rupanya telah melebihi waktu tinggal yang telah ditentukan di paspornya.

  • Klarifikasi Pihak Apartemen Green Pramuka City

Adapun pihak pengelola apartemen membenarkan kejadian tersebut. Lusida Sinaga selaku Head of Communication Green Pramuka City menyatakan bahwa kejadian atau peristiwa ini tak luput dari peran broker ilegal. Kebanyakan dari para broker tersebut telah menawarkan sewa kamar untuk orang asing. Lusida yang pada saat itu sedang berada di area Green Pramuka City Tower Orchid menambahkan bahwa para imigran gelap tersebut ditangkap setelah tim intel dari Kantor Imigrasi Kelas 1 non- TPI Jakarta Pusat melakukan giat inteldakim di area lokasi apartemen Green Pramuka City.

Lusida dalam mengatasi hal ini menyatakan bahwa pihaknya akan lebih memperketat aturan yang diberlakukan untuk para penghuni apartemen Green Pramuka City terutama untuk WNA. Orang asing yang hendak menyewa unit kamar di apartemen wajib memiliki paspor dan kartu izin tinggal terbatas atau kitas. Lusida menambahkan bahwa sebenarnya peraturan untuk tamu asing telah jelas. Orang asing yang menyewa unit kamar juga harus memiliki visa kerja dan visa turis. Selain itu penyewaan unit kepada orang asing juga harus disertai dengan adanya laporan dari pihak penyewa kepada pihak pengelola dalam waktu 124. Segala ketentuan ini tentunya diberlakukan demi menhjaga keamanan apartemen dari kedatangan para imigran gelap seperti pada kasus yang sekarang ini sedang terjadi. Lusida juga menambahkan bahwa dirinya akan semakin memperketat aturan kepada para penghuni apartemen Green Pramuka City sehingga penyewaan unit kamar kepada orang asing tidak dilakukan secara sembarangan lagi.

  • Kronologi kejadian

Ke-14 imigran gelap yang ditangkap pada sore hari kamis (24/10/2019) ini dihadiri pula oleh tim pengawasan orang asing dan pejabat dari pemerintah kota Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 17.50 WIB. Namun 3 dari 14 imigran gelap tersebut kemudian dibebaskan karena telah memiliki paspor. Selain itu diketahui pula bahwa masa berlaku izin tinggal para imigran yang berasal dari Afrika tersebut telah melebihi batas waktu yang telah ditentukan atau diberikan. Sebanyak 11 imigran yang telah didapatkan sedang berada di apartemen Green Pramuka City tersebut kemudian digiring menuju kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat untuk selanjutnya didata. Para imigran gelap yang telah berhasil ditangkap oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat ini kini untuk sementara waktu diamankan di Rumah Detensi Imigrasi.

Kevin Semuel Manus selaku Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat menambahkan bahwa para imigran yang tidak memiliki paspor atau data secara lengkap tentu akan diamankan dan pengamanan sementara dilakukan di Rumah Detensi Jakarta Pusat. Hal ini diutarakannya saat ia dijumpai di kantor Imigrasi kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat tepatnya pada hari kamis (24/10/2019).

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ibu Insomnia, Anak Juga
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Anak-anak akan memiliki kualitas tidur lebih buruk jika ibu mereka menderita gejala insomnia, hal ini berpotensi mempengaruhi kesejahteraan mental dan ...
Siapa Sangka, Jalan Kaki Setiap Hari Mampu Menurunkan Resiko Depresi
24 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Kaum urban dan juga milenial adalah golongan yang sengan beresiko mengalami depresi dalam kehidupannya. Hal itu disebabkan oleh pola hidup ...
Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Tujuh Hari
14 Februari 2020, by Admin
Adalah idaman setiap orang memiliki tubuh yang langsing serta ideal. Akan tetapi tentunya untuk memiliki tubuh yang langsing dan ideal memerlukan suatu proses ...
Kejayaan Laut RI Sudah Kembali, Menteri Susi Undang Investor Jepang
3 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah menggelar pertemuan dnegan 83 pengusaha sector ...
Ternyata Ingatan Butuh Waktu untuk Direkam
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Bagaimana ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang sudah sering dieksplorasi oleh para peneliti. Ilmuwan New York University Thomas Carew dan Nikolay ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab