Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Demam, Tubuh Panas, tapi Kenapa Kedinginan?

Demam, Tubuh Panas, tapi Kenapa Kedinginan?

25 Agustus 2017 | Dibaca : 3051x | Penulis : Noor Azizah

Demam merupakan kondisi di mana suhu tubuh mencapai lebih dari 37,5 derajat celcius. Demam adalah proses kekebalan tubuh dalam melawan bakteri, virus, atau parasit yang menyerang tubuh kita. Jika suhu tubuh kita di atas 39 derajat Celsius, kita wajib waspada karena suhu tubuh yang sangat tinggi menandakan infeksi serius di dalam tubuh. Menurut dokter spesialis anak, Barton D. Schmitt, demam tinggi bukanlah yang menjadi masalah utama, melainkan bahayanya infeksi yang terjadi, sehingga perlu ditangani bila berlanjut.

Manusia memiliki antibodi atau imun yang berfungsi untuk melawan zat asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. Antigen yang masuk ini menghasilkan zat pyrogen dan menjadikan otak hypothalamus sebagai pusat pengaturan suhu tubuh meningkatkan kinerjanya sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh atau demam.

Lalu, kenapa saat demam kita merasa kedinginan? Misalkan saat suhu tubuh normal, sekitar 37 derajat celcius, kita akan baik-baik saja saat suhu lingkungan 23-28 derajat celcius, bukan? Namun saat suhu lingkungan berubah, yakni 17 derajat celcius, tubuh akan meresponnya sebagai rasa dingin karena terdapat selisih sebesar 10 derajat celcius antara suhu tubuh dan lingkungan. Hal ini pun berlaku saat kita demam, yakni saat suhu tubuh kita lebih tinggi dari suhu lingkungan sekitar. Misal suhu demam sebesar 39 derajat celcius dan suhu lingkungan sebesar 25 derajat celcius, selisih 14 derajat inilah yang direspon sebagai rasa dingin.

Ketika demam, pertolongan pertama yang harus diberikan adalah mengompres dengan air hangat dan memperbanyak minum agar tubuh tidak mengalamai dehidrasi. Jangan mengompres menggunakan alkohol karena uap alkohol dapat berbahaya ketika terhirup. Jangan pula menggunakan air es, karena perbedaan suhu yang terlalu tinggi antara suhu tubuh dan air es dapat menyebabkan tubuh semakin menggigil.

Meskipun tubuh kita merasa kedinginan, kita tidak boleh memakai selimut atau jaket yang tebal karena dapat menghambat proses penstabilan suhu tubuh. Ketika demam, tubuh kita akan berusaha untuk menyetarakan suhu tubuh dengan suhu lingkungan dengan cara mengeluarkan panas melalui kulit. Jika kita menggunakan jaket atau selimut yang tebal, maka proses pengeluaran panas ini akan terhambat dan menyebabkan suhu tubuh tidak kunjung turun.

Kita dapat meminum obat penurun panas, yaitu parasetamol yang dapat dibeli bebas di apotek. Ikuti aturan penggunaannya, jangan melebihi dosis yang diperbolehkan. Jika dalam 3 hari suhu tubuh tidak kunjung turun, atau suhu tubuh di atas 39 derajat Celsius, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bagaimana Cara Membangun Politik yang Bermoral ?
2 April 2018, by oteli w
BAGAIMANA CARA MEMBANGUN POLITIK YANG BERMORAL? Menurut KBBI Politik diartikan sebagai berikut: 1 (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan ...
Agar tak Salah Membeli Tabir Surya, Perhatikan Dulu Hal-Hal ini..
26 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Menggunakan tabir surya sebelum melakukan aktivitas terutama saat di luar ruangan sangatlah penting. Sayangnya masih banyak orang yang ...
setya novanto
9 Oktober 2017, by Gatot Swandito
Banyak yang bilang kalau Setya Novanto licin bagai belut. Mungkin pendapat ini ada benarnya. Setidaknya, gegara kelicinannya, tidak sedikit yang tergelincir ...
Ditinggal Orang yang Dikasihi, 5 Cara Ini Bantu Kamu untuk Bangkit
17 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perpisahan dengan seseorang yang disayang tentunya sangat menyedihkan. Akibat dari kesedihan ini, kamu bisa merasakan depresi, sehingga malas ...
Ilmu Pengetahuan Masih Belum Jelas Apakah Menguap Benar-benar Menular
27 Mei 2018, by Slesta
"Singkatnya, kita tidak tahu mengapa menguap itu menular," kata Meredith Williamson, asisten profesor klinis di Texas A & M College of Medicine. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview