3. Makanan Fermentasi
Makanan fermentasi, yang kaya akan probiotik, juga dapat membantu mengatur tekanan darah. Penelitian tahun 2020 menunjukkan bahwa wanita menopause yang mengonsumsi makanan kedelai fermentasi seperti tempe dan miso memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah. Namun, efek ini tidak terlihat konsisten pada pria.
4. Semangka
Semangka, yang kaya akan asam amino citrulline, juga dapat berkontribusi dalam pengelolaan tekanan darah. Sebuah penelitian terkontrol pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa jus semangka dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga dua jam setelah konsumsi.
5. Pisang
Pisang merupakan sumber potassium yang sangat baik, dengan satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 422 mg potassium. Menurut American Heart Association, potassium membantu memitigasi efek natrium, sehingga dapat mengurangi ketegangan dinding pembuluh darah.
6. Buah Bit
Mengonsumsi jus buah bit secara teratur telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Tinjauan sistematis tahun 2022 menunjukkan bahwa nitrat dalam jus bit dapat menurunkan tekanan darah sistolik, meskipun tidak berpengaruh pada tekanan diastolik.
7. Stroberi
Stroberi dan blueberry diperkaya dengan antioksidan seperti antosianin yang dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian tahun 2019 menunjukkan kemungkinan bahwa antosianin dari buah beri ini berkontribusi dalam pengurangan tekanan darah, meskipun efektivitasnya mungkin bervariasi tergantung pada beberapa faktor.
8. Kiwi
Satu porsi kiwi setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik. Penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa mengonsumsi dua buah kiwi sebelum sarapan selama seminggu dapat mengurangi tekanan darah sistolik secara signifikan.