Bursa saham Asia kembali turun pada perdagangan hari ini menyusul gelombang aksi jual saham teknologi di Wall Street, yang memicu sentimen risk-off di pasar global dan memberi tekanan pada aset lain termasuk kripto serta indeks regional.
Indeks saham Asia-Pasifik terpantau melemah seiring investor menjauh dari saham berisiko tinggi, khususnya saham teknologi, setelah catatan laba dan proyeksi pengeluaran modal yang tidak sesuai ekspektasi di Amerika Serikat.
Bursa Saham Asia Mengikuti Pelemahan Pasar AS
Sentimen negatif di Wall Street menjadi faktor utama koreksi pasar Asia. Aksi jual saham teknologi di AS menekan indeks utama seperti Nasdaq dan S&P 500, dan efeknya langsung terasa pada pasar saham di Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong.
Investor global tampak mengalihkan alokasi modal mereka ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas dan obligasi, sementara pasar saham berisiko turun. Tekanan di sektor teknologi di AS juga berimbas pada penurunan bursa Asia.
Posisi saham big tech yang melemah di Wall Street tersebut mendorong investor regional untuk meredam eksposur saham mereka, terutama di sektor teknologi dan pertumbuhan tinggi. Pelemahan ini memunculkan kekhawatiran atas valuasi saham yang terlalu tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dampak Aksi Jual terhadap Bursa Saham Asia