Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Trump: Semangat Ramadan Perkuat Kesadaran Kita Tolak Kekerasan

Trump: Semangat Ramadan Perkuat Kesadaran Kita Tolak Kekerasan

27 Mei 2017 | Dibaca : 1184x | Penulis : Zeal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengucapkan dan mendoakan umat Muslim di bulan suci Ramadan kali ini. Akan tetapi, dia juga menyinggung soal teror di Manchester Arena dalam pernyataannya.

Sikap Trump yang menyinggung soal teror Manchester cukup berbeda dengan Barrack Obama yang tak pernah membawa-bawa permasalahan terorisme dalam pernyataannya tentang hari besar umat muslim.

"Dalam bulan puasa ini, yang dimulai dari fajar hingga senja, banyak muslim di Amerika dan seluruh dunia akan menemukan makna dan inspirasi dalam beramal dan perenungan yang akan memperkuat komunitas kita," ujar Trump saat membuka pernyataannya, seperti dilansir dari CNN, Sabtu (27/5/2017).

"Intinya, semangat Ramadan memperkuat kesadaran akan kewajiban bersama kita untuk menolak kekerasan, menggapai perdamaian, dan memberi ke mereka yang membutuhkan, yang menderita kemiskinan atau konflik," sambung dia.

Trump lalu menyebut serangan di konser Ariana Grande di Inggris lalu yang menargetkan anak-anak sebagai bentuk ideologi sesat kelompok ISIS. ISIS belakangan mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Liburan ini dimulai saat dunia berduka atas korban tak berdosa dari serangan teroris barbar di Inggris dan Mesir. Tindakan bejat ini secara langsung bertentangan dengan semangat Ramadan. Tindakan seperti itu hanya akan memperkuat tekad kita untuk mengalahkan teroris dan ideologi sesat mereka," sebut Trump.

Pernyataan Trump bertentangan dengan apa yang pernah disampaikan oleh mantan presiden AS Barrack Obama dalam rangka memperingati Ramadan setiap tahun. Seperti dalam pidatonya pada 2016, Obama secara khusus hanya berharap yang terbaik bagi umat muslim yang tinggal di Amerika Serikat.

Selain itu, Obama tak pernah menyinggung soal terorisme. Dia malah menegaskan kembali soal sikap AS yang menyambut terbuka para imigran dan pengungsi.

"Momen suci ini mengingatkan kita akan kewajiban bersama untuk menegakkan martabat setiap manusia. Kami akan terus menyambut imigran dan pengungsi ke negara kami, termasuk mereka yang beragama Islam," sebut Obama tempo lalu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

bawang putih
8 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Seperti biasanya menjelang bulan puasa harga mayoritas komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Ada beberapa bahan pangan yang mengalami ...
Berkomunikasi dengan Bahasa Asing Pengaruhi Emosi dalam Pengambilan Keputusan
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Jika Anda bisa menyelamatkan nyawa lima orang dengan mendorong orang lain di depan kereta api sampai kematiannya, maukah Anda melakukannya? Dan apakah berbeda ...
7 Hal Mengungkapkan Rasa Cinta Tanpa Perlu Kata-Kata
29 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Anda bisa berbicara tentang perasaan yang luar biasa seperti cinta. Anda bisa menulis puisi dan nyanyian dan memberi tahu semua orang tentang hal itu. Tapi ...
6 Makanan yang Dapat Bantu Diet Kamu
31 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika menjalani diet, tentunya hal yang paling sulit adalah menahan hawa nafsu untuk makan. Untuk atasi ini, ternyata ada beberapa makanan yang ...
Tudingan Pada Anies Baswedan yang Mudah Dipatahkan dan Kado Istimewa untuk Jokowi
20 Oktober 2017, by Gatot Swandito
Anies Phd ilmu politik. Jelas bukan orang bodoh. Pidato pertamanya diliput semua media. Dia sudah berhitung gaung, efek, akibat apa yg akan dia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman