Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Terungkap! Enzim Pelindung Sel dari Lemak Jahat

Terungkap! Enzim Pelindung Sel dari Lemak Jahat

21 Agustus 2017 | Dibaca : 524x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebuah studi baru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Howard Hughes Medical Institute menyoroti bagaimana enzim penghasil lemak utama membantu melindungi sel dari bentuk lemak yang jahat.

Temuan baru ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih lengkap tentang biologi fundamental yang mendasari penyakit metabolik umum yang terkait dengan obesitas, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan gagal jantung, dan dapat menyebabkan wawasan baru tentang bagaimana mengobati penyakit tersebut dengan lebih baik.

"Kami sangat antusias dengan temuan ini - mereka memecahkan sebuah misteri dan menunjukkan bagaimana sintesis lemak melindungi sel dari disfungsi dan penyakit," kata Robert Farese, Jr, profesor genetika dan penyakit kompleks di Harvard Chan School.

Para peneliti melihat apa yang terjadi pada trigliserida (sejenis lemak) di sel selama lipolisis, proses di mana trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan diangkut untuk penggunaan energi ke jaringan lain di dalam tubuh. Selama beberapa dekade, para ilmuwan bertanya-tanya mengapa beberapa trigliserida, setelah dipecah menjadi asam lemak, masuk kembali ke dalam sel dalam bentuk trigliserida - sebuah proses yang dikenal sebagai "re-esterifikasi."

Dengan memeriksa proses sel baik pada tikus dan sel manusia, para peneliti menemukan mengapa: Re-esterifikasi membantu melindungi organel sel kunci yang disebut retikulum endoplasma (ER). ER membantu membuat produk seluler seperti protein dan lipid dan bisa rusak oleh asam lemak - tapi tidak oleh trigliserida. Para periset juga menemukan bahwa enzim yang disebut DGAT1 (diacylglycerol asyltransferase) sangat penting untuk proses re-esterifikasi, bertindak sebagai semacam petugas polisi sel untuk memastikan bahwa asam lemak jahat dapat menjauh.

"Untuk lebih memahami apa yang terjadi ketika sel-sel diliputi lemak saat obesitas, pertama-tama kita harus mengerti bagaimana sistem tersebut secara normal berhubungan dengan fluktuasi lipid," kata Tobias Walther, profesor genetika dan penyakit kompleks di Harvard Chan dan penulis senior pembelajaran. "Temuan kami diharapkan akan memicu gagasan baru tentang bagaimana mencegah konsekuensi kesehatan dari obesitas."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Buah Pisang, Salah Satu Solusi Bagi Kamu yang Hendak Menurunkan Berat Badan
15 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Buah pisang menjadi salah satu buah tropis yang sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Buah ini memiliki kandungan vitamin esensial, mineral, ...
Cinta Dengan Mindset (Pola Pikir) yang Benar Membuat Hubungan Awet
4 April 2018, by oteli w
Tampang.com - Berbicara tema "Cinta", siapa sih yang tidak senang. Benar gk???😊 Cinta adalah perasaan yang dimiliki setiap individu dan terkadang ...
Sesulit Itukah Menurunkan Berat Badan?
14 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian orang pastinya menginginkan tubuh yang ideal. Selain membuat badan lebih sehat, juga meningkatkan kepercayaan diri. Meski mereka ...
Zinedine Zidane Belum Menyerah Dalam Perebutan Gelar Juara Liga Spanyol 2017/2018
19 November 2017, by Rachmiamy
Real Madrid berhasil membawa pulang satu poin dari kandang Atletico Madrid. Bermain di Estadio Wanda Metropolitano, Real Madrid berhasil menahan  imbang ...
Beberapa Mitos Unik Indonesia
18 Mei 2018, by oteli w
Beberapa Mitos Unik Indonesia Berikut ini adalah mitos yang unik - unik yang ada di Indonesia: 1. Pantang duduk di depan pintu Sejak kecil sudah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite