Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Terungkap! Enzim Pelindung Sel dari Lemak Jahat

Terungkap! Enzim Pelindung Sel dari Lemak Jahat

21 Agustus 2017 | Dibaca : 576x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebuah studi baru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan Howard Hughes Medical Institute menyoroti bagaimana enzim penghasil lemak utama membantu melindungi sel dari bentuk lemak yang jahat.

Temuan baru ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih lengkap tentang biologi fundamental yang mendasari penyakit metabolik umum yang terkait dengan obesitas, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan gagal jantung, dan dapat menyebabkan wawasan baru tentang bagaimana mengobati penyakit tersebut dengan lebih baik.

"Kami sangat antusias dengan temuan ini - mereka memecahkan sebuah misteri dan menunjukkan bagaimana sintesis lemak melindungi sel dari disfungsi dan penyakit," kata Robert Farese, Jr, profesor genetika dan penyakit kompleks di Harvard Chan School.

Para peneliti melihat apa yang terjadi pada trigliserida (sejenis lemak) di sel selama lipolisis, proses di mana trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan diangkut untuk penggunaan energi ke jaringan lain di dalam tubuh. Selama beberapa dekade, para ilmuwan bertanya-tanya mengapa beberapa trigliserida, setelah dipecah menjadi asam lemak, masuk kembali ke dalam sel dalam bentuk trigliserida - sebuah proses yang dikenal sebagai "re-esterifikasi."

Dengan memeriksa proses sel baik pada tikus dan sel manusia, para peneliti menemukan mengapa: Re-esterifikasi membantu melindungi organel sel kunci yang disebut retikulum endoplasma (ER). ER membantu membuat produk seluler seperti protein dan lipid dan bisa rusak oleh asam lemak - tapi tidak oleh trigliserida. Para periset juga menemukan bahwa enzim yang disebut DGAT1 (diacylglycerol asyltransferase) sangat penting untuk proses re-esterifikasi, bertindak sebagai semacam petugas polisi sel untuk memastikan bahwa asam lemak jahat dapat menjauh.

"Untuk lebih memahami apa yang terjadi ketika sel-sel diliputi lemak saat obesitas, pertama-tama kita harus mengerti bagaimana sistem tersebut secara normal berhubungan dengan fluktuasi lipid," kata Tobias Walther, profesor genetika dan penyakit kompleks di Harvard Chan dan penulis senior pembelajaran. "Temuan kami diharapkan akan memicu gagasan baru tentang bagaimana mencegah konsekuensi kesehatan dari obesitas."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Enam Daftar Orang Terkaya Di Indonesia, Total Hartanya Wow Banget!
23 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Daftar peringkat orang terkya di Indonesia masih didominasi oleh pengusaha-pengusaha aneka bisnis mulai dari Rokok, apartemen, tekstil, jasa, ...
Fadli zon Mengakui Keputusan Gerindra Usung Prabowo Capres 2019 Final
9 Juli 2018, by oteli w
Fadli zon Mengakui Keputusan Gerindra Usung Prabowo Capres 2019 Final Beredar isu tentang semakin banyaknya nama-nama yang muncul sebagai capres 2019, Wakil ...
Anny Divya, Pilot Wanita Termuda Boeing 777
25 September 2017, by Rachmiamy
Di zaman sekarang ini, memang sudah banyak perempuan memiliki profesi yang biasanya digeluti oleh seorang laki- laki. Seperti supir bus, tukang bengkel, tukang ...
Hasil Studi: Tindakan Cyber Bully Meningkat
13 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dengan kemudahan mengirim pesan saat ini pastinya terdapat sisi positif dan negatif. Dengan kemudahan membagikan pesan, membuat beberapa oknum ...
Perang Dunia III Akan Segera Terjadi, Inilah Jenderal Korea Utara Yang Memimpinnya
12 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Terkadang kita terlena oleh penampilan dan perilaku seseorang. Seperti halnya Jenderal Kim Rak-gyom, ia dikenal sebagai sosok yang mudah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab