Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tersibak, Junk DNA Bedakan Manusia dengan Simpanse

Tersibak, Junk DNA Bedakan Manusia dengan Simpanse

27 Maret 2018 | Dibaca : 768x | Penulis : Maman Soleman

Bertahun-tahun peneliti percaya bahwa perbedaan fenotip manusia dan simpanse mudah untuk dijabarkan. Alasannya kedua spesies itu pasti memiliki perbedaan susunan genetik yang signifikan.

Akan tetapi, kemudian saat gen keduanya diteliti lebih lanjut, peneliti menemukan gen DNA manusia dan simpanse hampir identik. Lalu faktor apa yang bertanggung jawab atas perbedaan morfologi dan perilaku antar kedua spesies itu?

Peneliti dari Georgia Institute of Technology, seperti dikutip dari Science Daily, menemukan bahwa penyisipan dan penghapusan potongan besar DNA dekat gen sangat bervariasi antara manusia dan simpanse. Maka mungkin itulah yang akan menjelaskan perbedaan utama antara kedua spesies itu.

Tim peneliti yang dipimpin profesor biologi dari Georgia Tech, John McDonald berusaha memverifikasi. Menurutnya, meskipun gen DNA manusia dan simpanse sangat identik, ada terdapat 'jurang' genomik besar di area yang berdekatan dengan gen yang dapat memengaruhi sejauh mana gen ini dapat 'diaktifkan' dan ' dinonaktifkan'.

Hasil penelitian menunjukkan 'jurang genomik' antara kedua spesies itu sebagian besar adalah karena penyisipan atau penghapusan dari sekuens seperti virus yang disebut retrotransposon. Jurang genetik ini utamanya disebabkan aktivitas sekuens pengubah urutan elemen yang mirip retrovirus. Elemen pengubah urutan pernah dianggap sebagai 'junk DNA' yang sedikit atau tidak ada fungsinya. Sepertinya mungkin ini adalah alasan utama mengapa kita begitu berbeda dari simpanse.

Tim peneliti yang dipimpin McDonald, yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana Nalini Polavarapu, Gaurava Arora, dan Vinay Mittal, mempelajari jurang genomik pada kedua spesies dan menentukan bahwa mereka secara signifikan berkorelasi dengan perbedaan dalam pengekspresian gen yang sebelumnya dilaporkan peneliti dari Max Plank Institute for Evolutionary Anthropology di Jerman.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

pantai menganti
13 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Pantai Menganti adalah hamparan pasir putih berpadu dengan birunya air laut. Pantai ini dikelilingi bukit hijau dan tebing alam yang menjulang tinggi. Pantai ...
7 Teknik Mengaplikasikan Kosmetik untuk Tata Rias Mata yang Menarik
28 Juni 2018, by Maman Soleman
Seringkali kaum perempuan bingung untuk merias wajahnya saat hendak menghadiri acara pesta. Padahal tata rias untuk acara pesta sebenarnya berpusat sebagian ...
Lubang hitam: Ilmuwan 'senang' dengan pengamatan yang menunjukkan skenario formasi
24 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Fisikawan telah menggambarkan bagaimana pengamatan gelombang gravitasi membatasi kemungkinan penjelasan untuk pembentukan lubang hitam di luar galaksi kita; ...
BI : Rupiah Melemah Tidak Memberi Dampak Terhadap Inflasi
6 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Kabar gembira datang dari Bank Indonesia. Pasalnya , Bank Indonesia telah berhasil menekan inflasi pada bulan Mei 2018 ke angka 0,21 ...
Pantai Tulamben, Destinasi Selam Favorit bagi Penyelam Berbagai Negara di Bali
26 Juni 2018, by Maman Soleman
Indonesia merupakan negara maritim yang terkenal akan keindahan bawah airnya, hampir seluruh penyelam dunia pernah datang ke Indonesia untuk menikmati surga ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab