Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tersibak, Junk DNA Bedakan Manusia dengan Simpanse

Tersibak, Junk DNA Bedakan Manusia dengan Simpanse

27 Maret 2018 | Dibaca : 720x | Penulis : Maman Soleman

Bertahun-tahun peneliti percaya bahwa perbedaan fenotip manusia dan simpanse mudah untuk dijabarkan. Alasannya kedua spesies itu pasti memiliki perbedaan susunan genetik yang signifikan.

Akan tetapi, kemudian saat gen keduanya diteliti lebih lanjut, peneliti menemukan gen DNA manusia dan simpanse hampir identik. Lalu faktor apa yang bertanggung jawab atas perbedaan morfologi dan perilaku antar kedua spesies itu?

Peneliti dari Georgia Institute of Technology, seperti dikutip dari Science Daily, menemukan bahwa penyisipan dan penghapusan potongan besar DNA dekat gen sangat bervariasi antara manusia dan simpanse. Maka mungkin itulah yang akan menjelaskan perbedaan utama antara kedua spesies itu.

Tim peneliti yang dipimpin profesor biologi dari Georgia Tech, John McDonald berusaha memverifikasi. Menurutnya, meskipun gen DNA manusia dan simpanse sangat identik, ada terdapat 'jurang' genomik besar di area yang berdekatan dengan gen yang dapat memengaruhi sejauh mana gen ini dapat 'diaktifkan' dan ' dinonaktifkan'.

Hasil penelitian menunjukkan 'jurang genomik' antara kedua spesies itu sebagian besar adalah karena penyisipan atau penghapusan dari sekuens seperti virus yang disebut retrotransposon. Jurang genetik ini utamanya disebabkan aktivitas sekuens pengubah urutan elemen yang mirip retrovirus. Elemen pengubah urutan pernah dianggap sebagai 'junk DNA' yang sedikit atau tidak ada fungsinya. Sepertinya mungkin ini adalah alasan utama mengapa kita begitu berbeda dari simpanse.

Tim peneliti yang dipimpin McDonald, yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana Nalini Polavarapu, Gaurava Arora, dan Vinay Mittal, mempelajari jurang genomik pada kedua spesies dan menentukan bahwa mereka secara signifikan berkorelasi dengan perbedaan dalam pengekspresian gen yang sebelumnya dilaporkan peneliti dari Max Plank Institute for Evolutionary Anthropology di Jerman.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jangan Keseringan Cuci Muka, Bisa Akibatkan Masalah Baru Pada Kulit
27 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Membersihkan wajah adalah salah satu langkah penting untuk mendapatkan kulit wajah yang tetap bersih dan sehat. Membersihkan itu saat sebelum mengaplikasikan ...
Pilih Bisnis Online atau Offline Ya?
22 Maret 2018, by Dika Mustika
Bisnis online shop! Profesi yang semakin banyak dilirik orang-orang sekarang ini. Kalau kita perhatikan, prosfesi ini mungkin belum banyak muncul di awal tahun ...
foto suasana menjelang puasa
6 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan puasa harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan faktor permintaan yang ...
Perburuan PSG Dan Chelsea Di Akhir Bursa Transfer Musim Panas
2 September 2017, by Rachmiamy
Pada penutupan bursa transfer  musim panas 2017, pemain muda asal Prancis berusia 18 tahun Kylian Mbappe berhasil diboyong PSG ke Parc des Princes dengan ...
Pledoi : Surat Untuk Istri Tercinta. Mengharukan!
3 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Fidelis Arie Sudewarto adalah pria yang ditangkap BNN pada 19 Februari 2017 karena kedapatan menanam 39 pohon ganja untuk pengobatan istrinya. 32 hari setelah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview