Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Studi Menemukan Radiasi Tingkat Rendah Kurang Berbahaya Dibandingkan Risiko Lainnya

Studi Menemukan Radiasi Tingkat Rendah Kurang Berbahaya Dibandingkan Risiko Lainnya

14 September 2017 | Dibaca : 585x | Penulis : Slesta

Periset di Universitas Oxford telah menemukan bahwa paparan radiasi tingkat rendah mungkin kurang berbahaya bagi kesehatan manusia dibandingkan dengan risiko gaya hidup lainnya.

Studi yang dipublikasikan hari ini dalam Prosiding Royal Society B, menunjukkan bahwa keseluruhan risiko terhadap kesehatan manusia dari paparan radiasi tingkat rendah kecil, terutama bila dibandingkan dengan risiko umum seperti obesitas, merokok dan polusi udara.

"Kami tahu banyak tentang risiko kesehatan dari radiasi berkat penelitian yang sangat hati-hati terhadap kelompok orang yang terpapar tingkat yang berbeda dari bom nuklir atau kecelakaan, paparan medis pasien, sumber alami (seperti radon), dan pekerja di bidang nuklir industri dan obat-obatan, "Profesor Angela McLean, co-director di Program Martin Oxford tentang Collective Responsibilty for Infectious Disease, mengatakan dalam sebuah siaran pers." Dari penelitian ini, jelas bahwa dosis radiasi sedang dan tinggi meningkatkan risiko pengembangan beberapa jenis kanker. '

Banyak yang diketahui tentang efek kesehatan yang merugikan dari paparan radiasi tingkat menengah sampai tinggi terhadap kesehatan manusia, namun sedikit yang diketahui tentang bagaimana paparan radiasi tingkat rendah memengaruhi kesehatan.

Temuan ini mengarahkan peneliti dari Oxford Martin School di University of Oxford untuk lebih menginformasikan keputusan kebijakan dan menentukan di mana kesenjangan dalam pengetahuan tetap ada.

"Terlepas dari kedalaman pengetahuan kami, masih banyak yang tidak diketahui," kata McLean. "Bahkan studi epidemiologi terbaik dirancang untuk membedakan antara tidak ada risiko ekstra dan risiko tambahan kecil pada tingkat paparan rendah dan kita harus membuat beberapa asumsi penting di sini, terutama untuk tujuan perlindungan radiasi. Misalnya, tidak ada penelitian manusia. telah secara meyakinkan menunjukkan adanya peningkatan penyakit keturunan pada anak-anak dari orang tua yang diiradiasi, namun perhitungan proteksi radiasi mengandung beberapa risiko hadir karena adanya bukti dari percobaan hewan besar.

"Ada juga banyak pekerjaan yang dilakukan untuk menyelidiki dasar biologis dari kerusakan radiasi pada DNA dan sel, namun masih belum jelas secara tepat langkah-langkah yang dengannya dosis radiasi dapat menyebabkan kanker, kadang beberapa dekade kemudian. "

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Kota Terdingin di Dunia
29 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kita bersyukur hidup di Indonesia pasalnya Indonesia berada melintang garis khatulistiwa dengan beriklim tropis. Posisi Indonesia ini menjadikannya sebuah ...
Nekat, Pria Ini Tanam Ganja Karena Kecanduan
30 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Harga ganja yang terbilang cukup mahal tidak membuat para pecandu ganja kehilangan akal saat uang mereka tidak mencukupi untuk membelinya. Aksi ...
Di Usia 81 Tahun, Nenek Asal Tiongkok Ini Akirnya Berhasil Mendapatkan Gelar Sarjana
6 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tak ada kata terlambat untuk belajar. Istilah ini telah dibuktikan oleh seorang nenek berusia 81 tahun di Tiongkok. Dengan usia tak muda lagi, ...
Sebelum Lewatkan Sarapan, Baca Ini Terlebih Dahulu
24 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Waktu makan yang sering sekali dilewatkan adalah sarapan. Sarapan dianggap tak penting untuk dilakukan, apalagi untuk orang-orang sibuk yang tak ...
Jual Kubah Masjid dengan Harga Terjangkau dan Berkualitas Tinggi
9 Oktober 2019, by Admin
Bila dicermati pada sebgaian besar masjid yang berada di Indonesia memiliki kubah di atapnya. Dan bila ditelusuri masjid berkubah banyak ditemukan di wilayah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab