Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Sering Pura-Pura Bahagia? Hati-Hati!

Sering Pura-Pura Bahagia? Hati-Hati!

24 Agustus 2017 | Dibaca : 2823x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Sebagian masyarakat beranggapan bahwa kesuksesan tidak dinilai dari kekayaan seseorang lagi, namun dilihat dari seberapa bahagianya mereka. Memang, kekayaan juga menjadi salah satu yang mampu membuat kita bahagia. Namun, tak semua kebahagiaan berasal dari kekayaan.

Namun, psikolog asal Denmark mengingatkan bahwa obsesi pada kebahagiaan ternyata memiliki efek samping yang buruk.

Dilansir Independent, Svend Brinkmann dari Aalborg University mengatakan memaksa diri sendiri untuk bahagia sepanjang waktu bisa membuat emosi kita kecil. Dan, kebahagiaan bukanlah respon yang tepat bagi semua situasi dalam kehidupan ini.

"Saya percaya pemikiran dan emosi kita harus berkaca pada dunia. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, kita harusnya boleh berpikir dan merasakan hal negatif karena itulah cara kita mengerti dunia," katanya.

Brinkman meyakini bahwa upaya merasa selalu bahaya akan membuat seseorang tak bisa menghadapi sesuatu yang buruk.

"Hidup memang indah dari waktu ke waktu, tapi juga tragis. Orang meninggal dalam hidup kita, kite kehilangan mereka, jika kita hanya terbiasa memiliki pikiran positif, kenyataan buruk bisa berdampak lebih besar pada diri kita saat itu terjadi."

Dia juga takut masyarakat berubah di mana orang merasa tidak dapat mendiskusikan kekhawatiran dan masalah mereka dengan teman-teman karena mereka pikir mereka harus berpura-pura semuanya baik-baik saja sepanjang waktu.

Kita semua ditekan untuk menjadi bahagia, kata Brinkmann, ia adalah anti buku yang memberitahu setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaan dan harus menyalahkan diri sendiri atas kesedihan yang menerpa.

Karena tanpa ada hal-hal buruk dalam hidup, kamu tidak akan pernah menghargai hal yang baik. kamu tentu boleh saja merasa sedih, marah, bersalah, malu dan tentu bahagia.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Siapa Sangka, Minum Kopi Saat Menyusui Sangat Beresiko
29 Juni 2018, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang saat ini sedang menyusui sang buah hati, Anda perlu memperhatikan terkait makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Sebagai ...
Citilink Indonesia Berhasil Meraih Jadi Maskapai Paling On-Time Se-Asia Tenggara
17 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pelayanan merupakan satu hal yang sangat penting diperhatikan oleh perusahaan manapun terutama mereka yang menjual jasa sebagai produk mereka. Misalnya ...
8 Mitos Tentang Kehamilan yang Ternyata Benar
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Sejak minggu-minggu pertama kehamilan, orang-orang di sekitarnya mulai mengintimidasi calon ibu dengan: jangan memotong rambut Anda, jangan membeli pakaian ...
Ini Dia 2 Teknologi untuk Mengeluarkan Racun dalam Tubuh
10 Juli 2018, by Maman Soleman
Pada kondisi gagal ginjal terminal, fungsi ginjal menurun drastis sehingga perlu dibantu dengan dialisis. Meski demikian, cuci darah hanya membantu satu peran ...
Bisakah Mengurangi Penyakit Maag dengan Berpuasa?
24 Mei 2018, by Maman Soleman
Penyakit maag banyak disebabkan oleh pola makan yang buruk, seperti telat makan atau berlebihan dalam makan. Tapi, apakah penyakit itu bisa disembuhkan? Jika ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman