Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Poin Final Kesepakatan Antara Pemerintah Indonesia Dengan PT Freeport

Poin Final Kesepakatan Antara Pemerintah Indonesia Dengan PT Freeport

30 Agustus 2017 | Dibaca : 497x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Pemerintah Indonesia akhirnya mencapai kata sepakat dengan PT Freeport Indonesia yang salah satunya terkait pelepasan saham (divestasi) dengan total sebesar 51 persen.

Kesepakatan ini terlaksana setelah pada hari Minggu (27/8/2017) berlangsung pertemuan antara Tim Perundingan Pemerintah dan PT Freeport Indonesia. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta.

Dari pihak pemerintah hadir Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Tim Perundingan Pemerintah dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, jajaran Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, serta wakil dari kementerian terkait seperti Kemenko Perekonomian, Kemenko Maritim, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Sekretariat Negara, dan BKPM.

Dari pihak Freeport hadir President dan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson dan direksi PT Freeport Indonesia.

Berikut ini poin-poin kesepakatan final antara pemerintah Indonesia dengan Freeport, yaitu

1. Landasan hukum yang mengatur hubungan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia akan berupa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), bukan berupa Kontrak Karya (KK);

2. Divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% untuk kepemilikan nasional Indonesia. Hal-hal teknis terkait tahapan divestasi dan waktu pelaksanaan akan dibahas oleh tim dari pemerintah dan PT Freeport Indonesia;

3. PT Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter selama lima tahun atau selambat-lambatnya sudah harus selesai pada Oktober 2022, kecuali terdapat kondisi force majeur.

4. Stabilitas Penerimaan Negara. Penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui Kontrak Karya selama ini yang didukung dengan jaminan fiskal dan hukum yang terdokumentasi untuk PT Freeport Indonesia;

5. Setelah PT Freeport Indonesia menyepakati empat poin di atas, sebagaimana diatur dalam IUPK maka PT Freeport Indonesia akan mendapatkan perpanjangan masa operasi maksimal 2x10 tahun hingga tahun 2041.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Huhaah! Ini Cara Ampuh Hilangkan Pedas
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak orang suka dengan makanan berasa pedas. Tak jarang ada orang yang tak bisa makan tanpa ada sambal. Namun, makanan pedas sudah barang tentu ...
Tips Memilih Asuransi Terbaik untuk Orang Tua
5 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Asuransi akan sangat bermanfaat dikemudian hari. Asuransi bukan hanya untuk anak melainkan untuk orang tua juga perlu diperhatikan. Usia lanjut ...
Riyadh Menawarkan Jaminan Minyak Setelah Keluarnya AS di JCPOA
9 Mei 2018, by Slesta
Dengan Amerika Serikat mengingkari kesepakatan nuklir Iran, Arab Saudi berkomitmen untuk memastikan stabilitas pasar minyak, kata kementerian ...
Timnas U-23 Sikat Taiwan 4 Gol Tanpa Balas
12 Agustus 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Timnas Indonesia U-23 sikat Taiwan dengan skor telak 4 - 0 di laga awal Asian Games 2018 di stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi (12/08). Gol-gol ...
Melakukan Pekerjaan Rumah Ternyata Bermanfaat, Ini Penjelasannya
4 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kebersihan dan kerapihan rumah, tentunya ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Misalnya saja mencuci piring, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab