Tutup Iklan
hijab
  
login Register
jokowi

Jokowi ke Kabareskrim: Pengedar Narkoba Kita Gebukin Ramai-Ramai Gimana?

4 Oktober 2017 | Dibaca : 357x | Penulis : Rindang Riyanti

Di sela acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Presiden Joko Widodo memanggil Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono ke panggung.

 Acara ini dilaksanakan di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

"Ini tadi saya lihat, Pak Kabareskrim hadir. Coba ke Depan Pak Ari Dono. Sini pak, biar masyarakat juga tahu, Pak Ari Dono ini Pak Kabareskrim kita," ujar Presiden Jokowi, Selasa (3/10/2017).

Ari Dono kemudian berdiri dan maju ke panggung. Di panggung, Presiden melontarkan pertanyaan seputar penindakan terhadap narkoba maupun obat-obatan ilegal kepada Kabareskim Ari Dono.

"Apa sih, Pak Kabareskrim kerja sama yang sudah dilakukan dengan BPOM dari Polri? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?" kata Jokowi bertanya.

"Kegiatan kerjasama kami mulai kegiatan preventif itu mulai kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah, tentang bahaya narkoba, psikotropika," jawab Ari Dono.

Menanggapi jawaban tersebut, Jokowi menilai bahwa jawaban Ari Dono adalah kegiatan yang rutinitas terus dilakukan selama bertahun-tahun.

Ari Dono kemudian menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan penegakan hukum terhadap penjual dan pedagang obat daftar G yang tersebar di apotek serta melakukan razia.

"Ketegasan Bareskrim seperti apa untuk masalah ini?" Jokowi kembali mengajukan pertanyaan kepada Ari Dono.

Ari Dono pun kembali memberikan jawaban secara normatif, yakni sesuai koridor hukum. Jika memenuhi unsur Pidana, maka hukuman penjara akan diganjar kepada para pelaku.

"Cukup dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai? Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini, entah narkoba, obat ilegal," kata Jokowi kembali memancing.

"Anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Bagaimana Pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai gimana?" lanjut Jokowi.

"Enggak boleh," kata Ari Dono meski butuh waktu agak lama untuk menjawab.

“Oh enggak boleh? Ya terus gimana?" tanya Jokowi lagi.

Ari Dono pun menjelaskan mengenai peran utama sekolah dan orangtua dalam mendidik anak untuk menjauhi narkoba dan penggunaan obat-obat ilegal.

"Baik terima kasih Kabareskrim. Saya tadi sebenarnya nunggu (jawaban) Pak Kabareskrim, ‘Saya injek Pak’, gitu lho yang saya tunggu besok saya injek semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba," kata Jokowi mengutarakan keinginannya.

"Pak Kabareskrim memang orangnya tenang, tapi seram juga, hati-hati," tandas Jokowi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ternyata ini... Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Narkoba
23 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Jum'at, 24 Maret 2017, malam hari merupakan malam yang kelabu buat penyanyi dangdut Ridho Rhoma. Pasalnya, malam itu Ridho ditangkap pihak ...
 Menari Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak
30 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Berjogetlah, otak anda akan berterima kasih untuk itu.Karena sebuah penelitian baru menemukan bahwa aktivitas fisik terutama menari, di kemudian hari dapat ...
Hobi Makeup tapi Kulit Sensitif? Ini dia Solusinya
8 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Makeup merupakan sahabat sehari-hari bagi sebagian wanita. Menggunakan makeup dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan ...
Siapkan Pemain di Asian Games 2018, Luis Milla Uji Coba Pemain Lawan Brunei di Aceh
2 Desember 2017, by Admin
Tampang.com – Pertengahan tahun depan, timnas U-23 Indonesia akan dihadapkan dengan ujian yang berat. Bertarung di Asian Games 2018. Kali terakhir ambil ...
Inilah Wilayah yang Cocok jadi Ibukota Negara Pengganti Jakarta Versi ITS
18 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Hari Kamis tanggal 17 Agustus kemarin, rektor dan para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menyampaikan hasil kajiannya terkait penggantian ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab