Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
jokowi

Jokowi ke Kabareskrim: Pengedar Narkoba Kita Gebukin Ramai-Ramai Gimana?

4 Oktober 2017 | Dibaca : 464x | Penulis : Rindang Riyanti

Di sela acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Presiden Joko Widodo memanggil Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono ke panggung.

 Acara ini dilaksanakan di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

"Ini tadi saya lihat, Pak Kabareskrim hadir. Coba ke Depan Pak Ari Dono. Sini pak, biar masyarakat juga tahu, Pak Ari Dono ini Pak Kabareskrim kita," ujar Presiden Jokowi, Selasa (3/10/2017).

Ari Dono kemudian berdiri dan maju ke panggung. Di panggung, Presiden melontarkan pertanyaan seputar penindakan terhadap narkoba maupun obat-obatan ilegal kepada Kabareskim Ari Dono.

"Apa sih, Pak Kabareskrim kerja sama yang sudah dilakukan dengan BPOM dari Polri? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?" kata Jokowi bertanya.

"Kegiatan kerjasama kami mulai kegiatan preventif itu mulai kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah, tentang bahaya narkoba, psikotropika," jawab Ari Dono.

Menanggapi jawaban tersebut, Jokowi menilai bahwa jawaban Ari Dono adalah kegiatan yang rutinitas terus dilakukan selama bertahun-tahun.

Ari Dono kemudian menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan penegakan hukum terhadap penjual dan pedagang obat daftar G yang tersebar di apotek serta melakukan razia.

"Ketegasan Bareskrim seperti apa untuk masalah ini?" Jokowi kembali mengajukan pertanyaan kepada Ari Dono.

Ari Dono pun kembali memberikan jawaban secara normatif, yakni sesuai koridor hukum. Jika memenuhi unsur Pidana, maka hukuman penjara akan diganjar kepada para pelaku.

"Cukup dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai? Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini, entah narkoba, obat ilegal," kata Jokowi kembali memancing.

"Anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Bagaimana Pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai gimana?" lanjut Jokowi.

"Enggak boleh," kata Ari Dono meski butuh waktu agak lama untuk menjawab.

“Oh enggak boleh? Ya terus gimana?" tanya Jokowi lagi.

Ari Dono pun menjelaskan mengenai peran utama sekolah dan orangtua dalam mendidik anak untuk menjauhi narkoba dan penggunaan obat-obat ilegal.

"Baik terima kasih Kabareskrim. Saya tadi sebenarnya nunggu (jawaban) Pak Kabareskrim, ‘Saya injek Pak’, gitu lho yang saya tunggu besok saya injek semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba," kata Jokowi mengutarakan keinginannya.

"Pak Kabareskrim memang orangnya tenang, tapi seram juga, hati-hati," tandas Jokowi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

cinta laura
21 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Lagi-lagi unggahan foto selebritis dalam akun media social menjadi ramai diperbincangkan dan menjadi bahan buat para nitizen berkomentar pedas. ...
Kandungan dan Khasiat Daun Sirsak untuk Kesehatan
11 September 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Buah sirsak merupakan buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Bukan hanya daging buahnya saja yang memiliki manfaat namun daun sirsak ...
Tiru 7 Kebiasaan Tokoh Dunia Ini! Siapa Tau Bisa Ikut Sukses Seperti Mereka
28 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pernahkah terpikirkan bagaimana orang sukses semacam Bill Gates, Steve Jobs dan lainnya mampu mencapai kesuksesannya? Salah satu kunci utama ...
Jose Iglesias Mengumpulkan Tiga Hits saat Detroit Tigers berada di Puncak Cleveland Indians
10 Juli 2017, by Slesta
CLEVELAND - Michael Fulmer masuk ke inning ketujuh, dan Jose Iglesias mendapat tiga pukulan saat Detroit Tigers mengalahkan petenis Cleveland Indian 5-3 pada ...
Meski Kuasai Permainan Sepanjang Laga, Manchester City Kalah Atas Liverpool Skor 1-2
11 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Laga antara Manchester City dengan Liverpool di Stadion Atihad, Rabu dini hari merupakan laga bergengsi perempat final Liga champion. Manchester City sempat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview