Tutup Iklan
hijab
  
login Register
jokowi

Jokowi ke Kabareskrim: Pengedar Narkoba Kita Gebukin Ramai-Ramai Gimana?

4 Oktober 2017 | Dibaca : 665x | Penulis : Rindang Riyanti

Di sela acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Presiden Joko Widodo memanggil Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono ke panggung.

 Acara ini dilaksanakan di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

"Ini tadi saya lihat, Pak Kabareskrim hadir. Coba ke Depan Pak Ari Dono. Sini pak, biar masyarakat juga tahu, Pak Ari Dono ini Pak Kabareskrim kita," ujar Presiden Jokowi, Selasa (3/10/2017).

Ari Dono kemudian berdiri dan maju ke panggung. Di panggung, Presiden melontarkan pertanyaan seputar penindakan terhadap narkoba maupun obat-obatan ilegal kepada Kabareskim Ari Dono.

"Apa sih, Pak Kabareskrim kerja sama yang sudah dilakukan dengan BPOM dari Polri? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?" kata Jokowi bertanya.

"Kegiatan kerjasama kami mulai kegiatan preventif itu mulai kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah, tentang bahaya narkoba, psikotropika," jawab Ari Dono.

Menanggapi jawaban tersebut, Jokowi menilai bahwa jawaban Ari Dono adalah kegiatan yang rutinitas terus dilakukan selama bertahun-tahun.

Ari Dono kemudian menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan penegakan hukum terhadap penjual dan pedagang obat daftar G yang tersebar di apotek serta melakukan razia.

"Ketegasan Bareskrim seperti apa untuk masalah ini?" Jokowi kembali mengajukan pertanyaan kepada Ari Dono.

Ari Dono pun kembali memberikan jawaban secara normatif, yakni sesuai koridor hukum. Jika memenuhi unsur Pidana, maka hukuman penjara akan diganjar kepada para pelaku.

"Cukup dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai? Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini, entah narkoba, obat ilegal," kata Jokowi kembali memancing.

"Anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Bagaimana Pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai gimana?" lanjut Jokowi.

"Enggak boleh," kata Ari Dono meski butuh waktu agak lama untuk menjawab.

“Oh enggak boleh? Ya terus gimana?" tanya Jokowi lagi.

Ari Dono pun menjelaskan mengenai peran utama sekolah dan orangtua dalam mendidik anak untuk menjauhi narkoba dan penggunaan obat-obat ilegal.

"Baik terima kasih Kabareskrim. Saya tadi sebenarnya nunggu (jawaban) Pak Kabareskrim, ‘Saya injek Pak’, gitu lho yang saya tunggu besok saya injek semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba," kata Jokowi mengutarakan keinginannya.

"Pak Kabareskrim memang orangnya tenang, tapi seram juga, hati-hati," tandas Jokowi. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Depresi ternyata Dipengaruhi oleh Jenis Kelamin dan Usia
30 Juli 2018, by Maman Soleman
Mengenali kesehatan mental seperti depresi acap kali tak segampang memahami masalah kesehatan fisik. Ciri yang tidak kasat mata serta gejala yang tidak ...
Hasil Pleno KPU Jabar Rindu Unggul, Asyik Legowo dan Kasih Selamat
10 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Hasil Pleno KPU Jabar untuk Pemilihan Gubernur ( Pilgub Jabar ) hari Senin Tanggal 9 Juli 2018 kemarin menetapkan pasangan nomor urut 1 yaitu ...
Mahasiswa Univeritas Brawijaya bikin  Minyak Goreng dari Daun Cengkeh
31 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pemakaian minyak goreng sawit di Indonesia pasti selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ternyata dalam membuat minyak goreng komersil ...
Puding Regal, Dessert Praktis Cocok untuk Si Kecil
24 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Puding menjadi salah satu camilan yang disukai oleh segala usia, khususnya anak-anak. Dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut dan ...
Ditemukan Terowongan Bawah Tanah di Bawah Piramida Berusia 2000 Tahun
13 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Baru-baru ini arkeolog telah menemukan sebuah terowongan misterius di bawah piramida di Teotihuacan, Mexico, yang dijuluki ‘Pyramid of the ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab