Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Jantung sehat di Usia 20-an untuk Otak Sehat di Usia 40-an

Jantung sehat di Usia 20-an untuk Otak Sehat di Usia 40-an

17 Agustus 2017 | Dibaca : 772x | Penulis : Rindang Riyanti

Orang yang mengambil langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jantung di masa dewasa muda, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol, dapat membuat otak mereka tidak menyusut beberapa dekade kemudian. Orang yang merawat kesehatan jantung mereka di usia dewasa muda mungkin memiliki otak lebih besar di usia paruh baya, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menjaga kesehatan jantung mereka, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Neurology® 19 Juli 2017, jurnal medis online American Academy of Neurology.

"Kita tahu bahwa ketika orang mengambil langkah-langkah tertentu seperti berolahraga dan makan dengan baik, mereka memiliki jantung yang lebih sehat," kata penulis studi Michael Bancks, PhD, dari Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago. "American Heart Association menciptakan tujuh langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk memperbaiki kesehatan jantung yang disebut Life's Simple 7 dan penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa orang-orang yang mendapat nilai lebih tinggi pada penilaian tersebut juga mendapat nilai lebih tinggi dalam tes berpikir. Kami ingin melihat apakah menjaga kesehatan jantung, Seperti yang didefinisikan oleh tujuh faktor ini, mempengaruhi susunan fisik otak juga. "

Tujuh langkah tersebut mencakup faktor-faktor berikut: mempertahankan tekanan darah yang sehat, mengendalikan kolesterol, mengurangi gula darah, menjadi aktif, makan lebih baik, menurunkan berat badan dan berhenti merokok.

Untuk penelitian tersebut, peneliti melihat data pada 518 orang dengan usia rata-rata 51 yang telah diikuti selama 30 tahun. Peserta awalnya diskrining untuk ketinggian, berat badan, tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan wawancara tentang diet dan olahraga. Mereka kemudian menerima ujian follow-up setiap dua sampai lima tahun dan juga melakukan pemindaian otak 25 tahun setelah memulai penelitian.

Periset mencetak setiap peserta pada seberapa baik mereka mengikuti masing-masing dari tujuh langkah menuju kesehatan jantung pada awal penelitian dan kemudian pada tahun 25, memberi peserta poin nol untuk kepatuhan yang buruk, satu poin untuk menengah dan dua poin untuk ideal, dengan skor total Mulai dari nol sampai 14. Skor nol sampai tujuh dianggap kurang kepatuhan, delapan sampai 11 adalah antara dan 12 sampai 14 ideal. Pada awal penelitian, 5 persen memiliki kepatuhan yang buruk, 62 persen menengah dan 33 persen ideal. Pada tahun 25, 26 persen memiliki kepatuhan yang buruk, 58 persen memiliki tingkat menengah dan 16 persen memiliki cita-cita.

Mereka menemukan bahwa orang-orang yang memiliki skor kesehatan jantung lebih baik pada awal penelitian memiliki volume otak rata-rata lebih tinggi sebagai persentase dari total ukuran kepala di usia paruh baya. Hal ini juga berlaku untuk orang-orang yang memiliki rata-rata skor awal dan skor yang lebih baik di tahun 25.

Bancks mengatakan bahwa setiap kenaikan poin dalam skor 7 Sederhana Hidup kira-kira setara dengan satu tahun penuaan dalam jumlah penyusutan otak yang terjadi.

Ada hubungan yang lebih kuat antara merokok saat ini dan volume otak yang lebih kecil daripada faktor lainnya.

"Temuan ini sangat menarik karena ini semua adalah perubahan yang dapat dilakukan setiap orang di usia muda untuk membantu diri mereka menjalani hidup yang panjang dan sehat," kata Bancks. "Ini mungkin berarti bahwa kesehatan jantung mungkin berdampak pada fungsi otak di awal kehidupan, namun lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi teori ini."

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Swasta Mengeluh, Pengamat: Pembangunan Infrastruktur Harus Pakai BUMN
9 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Pada rapat koordinasi nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/10/2017), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ...
muhadjir effendy
21 Juni 2017, by Tonton Taufik
Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengeluarkan kebijakan sekolah negeri untuk belajar selama 8 jam di sekolah atau yang sering disebut ...
Anak Butuh Waktu Bermain, Apa Saja Manfaatnya Bagi Si Buah Hati?
29 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Berikut ini 9 manfaat bermain bagi anak menurut buku 'Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita' yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dan ...
5 Kalimat Ini Pantang Diucapkan Jika Ingin Cepat Kaya
16 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Sugesti bisa dilakukan dengan ucapan yang sering diucapkan. Oleh karena itu, biasakanlah agar diri selalu mengucapkan hal – hal baik ...
Berikut Ini Lowongan Jasa Raharja, Persiapkan Diri Anda!
11 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Bagi Anda yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Jangan khawatir, saat ini PT Jasa Raharja sedang membuka lowongan pekerjaan. Pendaftaran ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab