Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Djarot Menilai Isu Putra Daerah di Pilkada Sumut Sudah tak Berlaku

Djarot Menilai Isu Putra Daerah di Pilkada Sumut Sudah tak Berlaku

13 Februari 2018 | Dibaca : 142x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pertarungan sengit di Pilgub Sumatera Utara memang patut dilirik oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya ketiga paslon awal sebelum penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut hanya satu dari antaranya berasal dari luar putra daerah Sumut yang dalam arti bukan kelahiran Sumatera Utara, yakni Djarot.

Seusai putusan KPU Sumatera Utara mencoret JR Saragih karena legalisir ijazahnya yang tidak diakui oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menyisakan tinggal 2 pasangan Cagub Cawagub yang akan bertarung pada Pilkada Sumut 2018 bulan Juni mendatang.

Berbagai cara dan strategi akan dilakukan oleh masing-masing paslon dan pendukung untuk memenangkan pemilu. Misalnya saja di Pilgub Sumatera Utara ini, Djarot dihadapkan dengan isu putra daerah yang mana semua lawannya di Pilkada Sumut merupakan asli putera daerah Sumatera Utara.

Namun, bagi Djarot itu bukanlah masalah yang harus ditakuti. Karena pasalnya dirinya percaya bahwa masyarakat Sumatera Utara adalah masyarakat yang cerdas.
“Enggak ada gentar, ngapain kita kesana kalau gentar. Sepanjang niat kita baik, sepanjang kita bisa ikhlas untuk mengabdi," ujar Djarot saat ditemui di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (2/2).

Menurut Djarot, isu putera daerah sudah tak berlaku lagi di mata pemilih Sumater Utara. Sebab istilah putra daerah sudah taka da lagi di Indonesia sejak diikrarkannya sumpah pemuda pada tahun 1928 yang menjadikan satu yakni Indonesia.

"Kita putra indonesia, bukan daerah, kita bisa mengabdi membangun dimanapun juga," jelas Djarot

Dirinya menambahkan bahwa masyarakat Sumatera Utara sudah cerdas dalam memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan rekam jejak dibanding isu putera daerah.

"Indikatornya harus sesuai, misalnya dilihat dia punya kapasitas atau tidak, dia tak punya kompetensi atau tidak, punya track record atau tidak, dia punya menawarkan solusi atau tidak," kata mantan PLT Gubernur dan Wakil DKI Jakarta tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya Djarot pernah menjabat sebagai Walikota Blitar, dan Wakil Gubernur pasangan Basuki Tjahja Purnapa Gubernur DKI Jakarta yang telah berakhir pada Oktober 2017 silam. Berdasarkan pengalamannya inilah Djarot optimis dapat memimpin wilayah provinsi kembali.

"Jadi karena hadirnya kita disini ada antusiasme. Karena kita ingin ada perubahan besar," tutup Djarot.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Himbauan Operator Untuk Masyarakat Agar Tidak Termakan Hoax Registrasi Kartu SIM
1 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Mulai dari hari kemarin, Pemerintah mewajibkan pengguna telephone untuk mendaftarkan kartu prabayar nya dengan dilengkapi data KTP dan KK ...
Gaya Hidup Sehat Malah Merusak Gigi? Ko Bisa?
2 Desember 2017, by Retno Indriyani
Gaya hidup sehat yang selalu disarankan oleh para dokter untuk menjaga kesehatan tubuh ternyata bisa juga berbahaya untuk tubuh loh terutama saat menjaga ...
Burung Tabrak Pesawat, Pesawatnya Penyok Moncongnya
10 Juni 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Ada peristiwa unik terjadi saat pesawat Lion Air LNI823 akan mendarat di Bandara Juanda Surabaya, pesawat tersebut bertabrakan dengan seekor ...
5 Tips Mengurangi Nafsu Makan yang Berlebihan
8 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Peningkatan berat badan berlebih biasanya dibarengi  oleh peningkatan nafsu makan. Akibatnya jika tidak dikendalikan dapat memicu penyakit serisu seperti ...
Inilah 5 Trik Hindari Stres Pekerjaan Kantor
15 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Saat telah memasuki dunia kerja, akan ada banyak perubahan yang dialami. Perubahan tersebut dimulai dari penyesuaian pekerjaan dan waktu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
belireview