Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Djarot Menilai Isu Putra Daerah di Pilkada Sumut Sudah tak Berlaku

Djarot Menilai Isu Putra Daerah di Pilkada Sumut Sudah tak Berlaku

13 Februari 2018 | Dibaca : 227x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Pertarungan sengit di Pilgub Sumatera Utara memang patut dilirik oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya ketiga paslon awal sebelum penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut hanya satu dari antaranya berasal dari luar putra daerah Sumut yang dalam arti bukan kelahiran Sumatera Utara, yakni Djarot.

Seusai putusan KPU Sumatera Utara mencoret JR Saragih karena legalisir ijazahnya yang tidak diakui oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menyisakan tinggal 2 pasangan Cagub Cawagub yang akan bertarung pada Pilkada Sumut 2018 bulan Juni mendatang.

Berbagai cara dan strategi akan dilakukan oleh masing-masing paslon dan pendukung untuk memenangkan pemilu. Misalnya saja di Pilgub Sumatera Utara ini, Djarot dihadapkan dengan isu putra daerah yang mana semua lawannya di Pilkada Sumut merupakan asli putera daerah Sumatera Utara.

Namun, bagi Djarot itu bukanlah masalah yang harus ditakuti. Karena pasalnya dirinya percaya bahwa masyarakat Sumatera Utara adalah masyarakat yang cerdas.
“Enggak ada gentar, ngapain kita kesana kalau gentar. Sepanjang niat kita baik, sepanjang kita bisa ikhlas untuk mengabdi," ujar Djarot saat ditemui di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (2/2).

Menurut Djarot, isu putera daerah sudah tak berlaku lagi di mata pemilih Sumater Utara. Sebab istilah putra daerah sudah taka da lagi di Indonesia sejak diikrarkannya sumpah pemuda pada tahun 1928 yang menjadikan satu yakni Indonesia.

"Kita putra indonesia, bukan daerah, kita bisa mengabdi membangun dimanapun juga," jelas Djarot

Dirinya menambahkan bahwa masyarakat Sumatera Utara sudah cerdas dalam memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan rekam jejak dibanding isu putera daerah.

"Indikatornya harus sesuai, misalnya dilihat dia punya kapasitas atau tidak, dia tak punya kompetensi atau tidak, punya track record atau tidak, dia punya menawarkan solusi atau tidak," kata mantan PLT Gubernur dan Wakil DKI Jakarta tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya Djarot pernah menjabat sebagai Walikota Blitar, dan Wakil Gubernur pasangan Basuki Tjahja Purnapa Gubernur DKI Jakarta yang telah berakhir pada Oktober 2017 silam. Berdasarkan pengalamannya inilah Djarot optimis dapat memimpin wilayah provinsi kembali.

"Jadi karena hadirnya kita disini ada antusiasme. Karena kita ingin ada perubahan besar," tutup Djarot.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Marc Marquez : "Jika Kemenangan Tak Memungkinkan, Saya Harus Mengambil Poin untuk Liburan Musim Panas"
13 Juli 2018, by Rachmiamy
Dengan status juara bertahan, Marc Marquez kembali diunggulkan untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2018. Penampilan Marquez pada MotoGP tahun ini memang ...
Yuk, Kita Mengenal Makassar Lewat Fort Rotterdam
19 Juni 2018, by Maman Soleman
Sejarah Kota Makassar tak lepas dari keberadaan Fort Rotterdam yang juga dikenal dengan nama Benteng Ujungpandang. Benteng berbentuk penyu dengan 15 bangunan ...
amateur night
22 April 2017, by Ayu
Pada Artikel kali ini akan membahas tentang Review film full movie terbaru 2016 yang berjudul Amateur Night. Film tersebut disutradarai oleh Lisa Addario ...
Tabrakan Beruntun Tiga Bus di Garut, 17 Orang Luka-Luka
17 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Insiden mengerikan ini terjadi di Jalan Raya Tasik-Malangbong, Kampung Cipeyeum, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Garut, Rabu (16/8/2017) dini hari ...
gelis cirebon
22 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Perkembangan tehnologi yang semakin cepat menuntut kita untuk lebih maju dan berkembang lagi agar tidak kalah dalam persaingan bisnis dan dunia ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite