Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bawaslu: Masih Adanya Bacaleg Eks Koruptor Merupakan Bukti Parpol Belum Sepenuhnya Jalankan Pakta Integritas

Bawaslu: Masih Adanya Bacaleg Eks Koruptor Merupakan Bukti Parpol Belum Sepenuhnya Jalankan Pakta Integritas

25 Juli 2018 | Dibaca : 247x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Negara Indonesia merupakan negara demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan dalam berpendapat termasuk hak berpolitik dan hak-hak krusial lainnya.

Namun, kebebasan berpolitik terhadap seluruh warga negara Indonesia yang dijamin oleh undang-undang ini sering disalahgunakan oleh mereka politisi-politisi yang gemar korupsi. Memanfaatkan jabatan atau posisi penting mereka untuk korupsi, untuk itu beberapa waktu lalu Bawaslu mengusulkan peraturan baru mengenai batasan pencalonan legislative bagi mereka para eks koruptor.  Maksudnya adalah melarang eks pidana korupsi mencalonkan diri sebagai calon legislatif.

Namun, pada kenyataannya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) prihatin dengan masih adanya calon legislatif yang merupakan mantan narapidana korupsi, padahal sebelumnya parpol telah sepakat dan meneken pakta integritas.

"Kami cukup prihatin. Kami sudah mendorong kamitmen moral untuk tidak mengajukannya,” ujar Ketua Bawaslu Abhan, di Ballroom Hotel Grand Sahid Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Seperti diketahui sebelumnya Bawaslu memberi himbauan kepada semua parpol peserta pemilu 2019 agar tidak mengusung caleg yang pernah terpidana kasus korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak.

"Harapan kami masih banyak politisi yang bersih. Harapan kami ajukan politisi yang besih yang tidak punya masalah hukum," katanya.

Dari kejadian di atas, Bawaslu menilai parpol belum sepenuhnya menjalankan pakta integritas yang telah ditandatangani. Hal itu dibuktikan dengan penemuan KPK terhadap lima orang bakal caleg  DPR RI yang merupakan mantan narapidana korupsi.

"Ini membuktikan partai tak sepenuhnya menjalankan pakta integritasnya. Harusnya kalau mereka mematuhi pakta itegritas, maka tak ada caleg mantan narapidana koruptor,” kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Drama Korea "Man Who Dies to Live" Diboikot, Dianggap Melecehkan Islam
26 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Drama Korea, memang tengah digandrungi masyarakat dunia pada saat ini. Bisa disebabkan karena pemainnya, ceritanya, ataupun yang ...
Kalahkan Benevento dengan Skor 2-1, Juventus Naik ke Posisi Dua Klasemen Sementara Liga Italia Seri A 2017/2018
6 November 2017, by Rachmiamy
Juventus akhirnya sukses mengalahkan tamunya Benevento pada laga pekan ke dua belas Liga Italia Seri A 2017/2018 dengan skor 2-1. Bermain di Allianz Stadium, ...
Cerita di Balik Nama “Tahanan PBB” yang Disandang Remaja Ini
30 November 2017, by Rindang Riyanti
  Apalah artinya sebuah nama. Itu adalah sebuah ungkapan populer untuk tidak mempermasalahkan arti dari sebuah nama. Namun ada yang unik dan ...
Kehidupan di Rumah Pengaruhi Kehidupan Anak di Sekolah
21 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Beberapa anak lebih rentan terhadap perubahan dibanding yang lain. Mereka membawa hubungan dengan orang tua mereka ke sekolah dengan mereka. Genetika dapat ...
obat herbal anti alergi
24 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sebagian orang sepertinya memiliki alergi pada suatu hal. Hingga saat ini, tak ada obat alergi yang menghilangkan secara permanen terhadap hal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview