Tutup Iklan
SabunPemutih
  
login Register
Bawaslu: Aparatu Sipil Negara Boleh Saja Ikut Kampanye Terbuka Dengan Syarat

Bawaslu: Aparatu Sipil Negara Boleh Saja Ikut Kampanye Terbuka Dengan Syarat

6 Mei 2018 | Dibaca : 164x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengimbau aparatur sipil negara (ASN) berhati-hati saat mengikuti kampanye terbuka pasangan calon kepala daerah. Jangan sampai kehadiran ASN saat kampanye terbuka muncuk keberpihakan.

"Posisi ASN yang ikut kampanye rawan diartikan tidak netral," ucap anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Jumat (4/5/2018)

Afifuddin mengatakan, ASN boleh saja ikut kampanye terbuka namun hanya sebatas mendengarkan visi, misi dan program calon kepala daerah yang akan maju pada pilkada. Bawaslu berharap jangan sampai ada ASN yang justru menunjukkan jari terhadap nomor urut calon kepala daerah, dukungan, atau pun simbol-simbol dukungan lainnya saat mengikuti kampanye terbuka.

Selain itu, Bawaslu juga mengimbau anggota polisi dan TNI bisa menjaga netralitasnya di pilkada. Khususnya bagi anggota polisi atau TNI yang sedang menjalani tugasnya, semestinya masyarakat bisa memahami.

"Masyarakat juga diharapkan tidak ada sikap ketakutan yang berlebihan," ucap Afifuddin.

Hingga kini, Bawaslu telah mencatat ribuan pelanggaran yang terjadi pada penyelanggaraan pilkada serentak 2018. Bahkan hanya dalam satu bulan saja ada 420 kasus pelanggaran.

"Banyak masalah yang dilakukan oleh ASN," ungkap Afifuddin.

 "Datanya sedang kami rekap. Kami akan sampaikan detail datanya sebelum bulan puasa."

Salah satu pelanggaran yang dilakukan ASN, Afifuddin mencontohkan, terjadi di Maluku Utara. Di wilayah tersebut, ada kepala desa yang hanya mengacungkan jari saja diputuskan bersalah. Alasannya, acungan jarinya diasosiasikan dengan salah satu pasangan calon.

ASN, kata dia, memang mempunyai hak berpartisipasi pada pemilu. Namun mereka harus mempunyai prinsip kehati-hatian.

 "Nge-like akun media sosial pasangan calon saja tidak boleh."

Sejauh ini, Bawaslu melihat wilayah yang paling banyak terjadi pelanggaran ASN dalam pilkada 2018 adalah Sulawesi Tenggara. Di wilayah itu sudah tembus lebih dari 100 ASN yang dianggap tidak netral.

"Pelanggaran ASN akan ditindak oleh Komisi ASN. Tergantung pelanggarannya, kalau berat, bisa sampai diberhentikan."

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

China Kuasai Bahan Hi-Tech, Hasil Kebijakan Visioner Deng Xiaoping
24 Mei 2018, by Maman Soleman
Logam tanah jarang (LTJ) menjadi barang langka yang saat ini diburu negara-negara maju. Hal itu disadari ketika China mulai mengurangi kuota ekspor LTJ ke ...
Sambil Menahan Tangis, Rina Nose Tulis Alasan  Lepas Hijab pada Deddy Corbuzier
16 November 2017, by Rachmiamy
Keputusan Rina Nose yang tiba- tiba melepaskan hijabnya yang sudah lama dikenakan memang membuat kaget semua pihak. Di tengah karirnya yang sedang memuncak, ...
Tidak Masuk 200 Nama Mubaligh Rekomendasi Kemenag, ini Kata Ustaz Abdul Somad
19 Mei 2018, by Zeal
Tampang.com - Heboh setelah Kemenag merilis 200 nama penceramah yang direkomendasikan, namun dalam rilis tersebut tidak ada nama da'i kondang, Ustaz Abdul ...
Pendaftar SBMPTN Membludak Persaingan Semakin Ketat
14 Mei 2017, by Fikri Faturrahman
SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan sebuah proses seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Seleksi ini biasa ...
Bukan Bunga! Pria Ini Lamar Kekasih dengan Buket Daging
30 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak cara untuk melamar sang pujaan hati. Mulai dengan memberikan kado kejutan, makan malam romantis, atau juga dengan memberikan bunga. ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab