Sejak pandemi COVID-19, masker menjadi salah satu perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi diri. Namun, meskipun bermanfaat untuk kesehatan, pemakaian masker yang terlalu sering dan berlapis-lapis ternyata bisa menimbulkan masalah pada kulit wajah, salah satunya adalah munculnya jerawat dan bahkan bekas luka yang bisa mengakibatkan wajah tampak bopeng. Benarkah penggunaan masker berlapis dapat menyebabkan masalah kulit seperti ini? Yuk, simak penjelasan berikut!
Penggunaan masker memang dapat memicu jerawat, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, interaksi langsung antara masker dan kulit wajah bisa mengganggu keseimbangan kulit. Masker yang menutupi wajah dalam waktu yang lama bisa menyebabkan iritasi, karena masker menyerap minyak alami yang diproduksi oleh kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering dan iritasi, yang pada gilirannya bisa merangsang munculnya jerawat.
Selain itu, pemakaian masker yang terus-menerus, terutama jika berlapis-lapis, menyebabkan terjadinya oklusi atau penyumbatan pada pori-pori. Masker menutupi wajah secara rapat, sehingga udara dan keringat terperangkap di bawahnya. Kondisi lembap ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri dan kotoran untuk berkembang, yang pada akhirnya dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.