1. Beri Hadiah dengan Penuh Makna, Bukan Nilai
Ketika ingin memberikan hadiah atau oleh-oleh kepada orang lain, tak perlu memaksakan diri membeli yang mahal. Pilih yang sesuai dengan anggaran namun tetap memiliki makna dan manfaat. Yang terpenting adalah niat baiknya, bukan harga barangnya.
2. Belanja Sesuai Kebutuhan
Godaan diskon dan tren gaya hidup memang sulit dihindari, apalagi di era media sosial. Tapi alangkah bijaknya jika kamu membeli barang sesuai dengan kebutuhan, bukan karena keinginan atau tekanan lingkungan. Belajar mengatakan “cukup” adalah kunci dari gaya hidup hemat.
3. Jangan Lupakan Sedekah
Dalam ekonomi syariah, meski kita hidup hemat, tidak berarti berhenti berbagi. Justru sedekah, infak, dan memberi kepada yang membutuhkan adalah bagian penting dari manajemen keuangan Islami. Rezeki yang kita miliki akan lebih berkah jika disertai dengan kepedulian sosial.
Namun, hidup hemat bukan berarti menurunkan kualitas hidup. Menurut Dr. Laily, kamu masih bisa menikmati hidup dengan cara cerdas. Beberapa strategi berikut bisa membantu kamu menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan kebahagiaan:
1. Hindari Flexing dan Gaya Hidup Konsumtif
Scroll media sosial kadang bikin kita merasa tertinggal jika tidak punya barang yang sedang tren. Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari barang mahal. Hindari pamer atau memaksakan diri untuk tampil “wah” demi validasi orang lain.
2. Gunakan Barang yang Masih Layak Pakai
Tak perlu membeli barang baru jika yang lama masih bisa digunakan. Ini berlaku untuk pakaian, elektronik, hingga perabot rumah. Selain hemat, ini juga membantu mengurangi limbah dan lebih ramah lingkungan.