Memasuki waktu makan siang, de Latour menekankan pentingnya mengutamakan makanan berbasis nabati. Salad dengan beragam sayuran segar, kacang-kacangan, serta biji-bijian dapat menjadi pilihan yang sempurna. Kandungan serat dari makanan nabati bukan hanya membantu melancarkan pencernaan, tetapi juga menjadi sumber makanan utama bagi probiotik di dalam usus. Dengan kata lain, semakin banyak asupan nabati yang kita konsumsi, semakin subur pula pertumbuhan bakteri baik yang menjaga kesehatan usus.
Sementara itu, untuk makan malam, de Latour menyarankan porsi yang seimbang dengan menggabungkan protein dan serat. Salah satu sumber serat yang sangat baik adalah lentil atau kacang-kacangan kecil yang kaya akan nutrisi dan mudah diolah. Jika dikombinasikan dengan protein sehat, misalnya ikan atau ayam tanpa lemak berlebih, maka tubuh akan mendapatkan asupan yang mendukung perbaikan sel sekaligus menjaga keseimbangan mikrobioma. Setelah menyelesaikan makan malam, menambahkan camilan ringan berupa yogurt atau acar sayuran juga bisa menjadi langkah cerdas. Kedua jenis makanan ini kaya akan probiotik alami yang dapat membantu meningkatkan keberagaman bakteri baik dalam usus.
Selain memperhatikan jenis makanan, hidrasi juga tak kalah penting. De Latour menegaskan bahwa minum air putih saat makan malam dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi menjelang istirahat malam. Cairan yang cukup bukan hanya penting untuk metabolisme tubuh, melainkan juga membantu usus bekerja dengan lebih baik dalam mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan.