Lindung Nilai dari Inflasi dan Gejolak Ekonomi
Sejak dulu, emas telah digunakan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Saat mata uang fiat kehilangan nilainya karena inflasi, harga emas cenderung naik. Ini karena pasokan emas tetap stabil sementara jumlah uang beredar terus bertambah. Bitcoin berperan dengan cara yang sama. Dengan pasokan yang terbatas dan tidak bisa dimanipulasi, banyak investor melihat Bitcoin sebagai aset yang ideal untuk melindungi kekayaan mereka dari dampak inflasi.
Banyak yang berpendapat bahwa Bitcoin lebih unggul dari emas dalam hal ini. Sementara harga emas bisa dipengaruhi oleh pasar komoditas dan industri perhiasan, nilai Bitcoin murni didorong oleh adopsi, kelangkaan, dan sentimen pasar global. Sifatnya yang terdesentralisasi juga menjadikannya aset yang tidak berkorelasi dengan pasar saham tradisional, menjadikannya pilihan diversifikasi yang menarik di tengah gejolak ekonomi.
Bitcoin sebagai Penyimpan Nilai Jangka Panjang
Julukan 'emas digital' diberikan kepada Bitcoin karena ia mewarisi peran emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Keduanya adalah aset yang tidak menghasilkan pendapatan, namun nilainya berasal dari keyakinan kolektif akan kelangkaan dan daya tahannya. Emas telah mempertahankan nilainya selama ribuan tahun, dan Bitcoin, meski masih relatif muda, telah menunjukkan potensi yang sama dalam dekade terakhir.
Investor jangka panjang, atau yang dikenal sebagai 'hodlers', menyimpan Bitcoin bukan untuk transaksi sehari-hari, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan akan tumbuh seiring dengan adopsi teknologi dan kesadaran masyarakat akan keunggulannya dibanding sistem keuangan tradisional.