Kue ini semakin terkenal setelah dibawa ke pusat kota Medan. Para pendatang, termasuk orang-orang Belanda, sangat menyukai rasanya. Seorang pedagang keturunan Tionghoa pun melihat peluang bisnis dan mulai memasarkannya secara lebih luas.
Menurut Murdijati Gardjito, seorang ahli kuliner Nusantara, kue ini akhirnya dikenal dengan nama Bika Ambon, sebagai kependekan dari "Amplas Kebon".
Versi Kedua: Nama Ambon Berasal dari Jalan Ambon di Medan
Teori lain yang cukup populer menyebutkan bahwa nama Bika Ambon berasal dari Jalan Ambon, yang terletak di Kota Medan.
Konon, kawasan ini sejak dulu sudah menjadi pusat penjualan Bika Ambon. Banyak toko yang khusus menjual kue ini, sehingga masyarakat mulai mengasosiasikannya dengan nama jalan tersebut.
Namun, belum ada bukti kuat apakah memang Bika Ambon pertama kali dijual di Jalan Ambon oleh seorang pedagang keturunan Tionghoa dari Amplas.
Versi Ketiga: Dibawa oleh Orang Ambon dari Malaysia
Versi lain menyebutkan bahwa Bika Ambon berasal dari seorang perantau Ambon yang datang ke Medan setelah sebelumnya tinggal di Malaysia.
Ia membawa resep kue bingka, yang merupakan makanan khas Malaysia, kemudian memodifikasinya sehingga menghasilkan Bika Ambon yang kita kenal sekarang. Namun, teori ini masih dipertanyakan karena tidak ada bukti sejarah yang cukup kuat untuk mendukungnya.
Mengapa Nama Tidak Sesuai Asal?
Fenomena nama makanan yang tidak sesuai dengan asalnya sebenarnya bukan sesuatu yang aneh di Indonesia.
Misalnya:
- Soto Betawi yang banyak dijual oleh orang Madura.
- Martabak Bangka yang juga populer di Jakarta.
- Mie Aceh yang sudah menyebar di seluruh Indonesia.