Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Wakil Ketua KPK: Kalau Bisa (Napi Koruptor) di Lapas Nusakambangan Saja Sekalian!

Wakil Ketua KPK: Kalau Bisa (Napi Koruptor) di Lapas Nusakambangan Saja Sekalian!

22 Juli 2018 | Dibaca : 125x | Penulis : Nur Atinal Khusna

Maraknya kasus korupsi di Tanah Air Indonesia, membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geram dalam mengungkap kasus tersebut. Pasalnya, perbuatan yang tergolong ke dalam kriminalitas ini sepertinya telah menjadi hal yang wajar dan dianggap biasa saja oleh para wakil rakyat Indonesia.

Jika mereka kedapatan menyuap uang dari lembaga hingga proyek manapun, maka jeruji besi lah yang menjadi tempat hidup selanjutnya. Namun, taukah Anda bagaimana kondisi dari jeruji besi yang mereka tinggali?

Mungkin Anda akan sangat terkejut apabila meninjaunya secara langsung. Dan mungkin saja, keadaan di dalamnya lebih indah dan lebih nyaman dari tempat tinggal rakyatnya sendiri.

Saat ini, KPK tengah mengkaji tentang perlunya pembentukan lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus untuk narapidana korupsi. Bahkan, KPK dengan tegas menginginkan para napi koruptor mendekam di Lapas Nusakambangan. Pernyataan tersebut rupanya sangat disejui oleh Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.

"Kayaknya (Lapas khusus) perlu dikaji. Bahkan kami di KPK dan Pak Saut, kalau bisa di (Lapas) Nusakambangan saja sekalian!," tegasnya, Minggu (22/7/2018) dikutip dari Merdeka.

Pernyataan tersebut muncul usai terungkapnya praktik suap yang terjadi di Lapas Sukamiskin, terkait izin keluar masuk dan fasilitas mewah untuk para napi korupsi yang ditahan di dalamnya.

Pimpinan KPK, Thony Saut Situmorang pun juga membocorkan bahwa praktik dugaan suap pengadaan fasilitas mewah bagi para koruptor bukanlah hal baru di Lapas Sukamiskin. Ia mengetahui langsung dari penjelasan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, saat penyidik KPK memeriksanya. KPK sendiri sejak kemarin pagi (21/7/2018) hingga hari ini (22/7/2018), karena sesuai dengan penyidikan KPK selama 24 jam terkait OTT pelaku suap maupun penyuap Lapas Sukamiskin.

"Kalau kita melihat bagaimana kronologi terjadinya seseorang yang mendapat dua mobil itu prosesnya itu, kalau lihat dari cerita yang kita pantau dari kemarin pagi sampai hari ini memang ada kesan itu sudah terbiasa," pungkasnya.

Saut pun berharap agar ke depannya kejadian ini tidak terulang lagi di lapas maupun rutan manapun. KPK juga menginginkan sistem tata kelola penjara harus diperbaiki agar peristiwa tersebut tidak berkelanjutan.

"Diharapkan ke depan ini tidak terulang lagi. Tetapi kalau tata kelola penjara yang baik seperti apa, kita memberikan masukan," harapnya.

Berdasarkan hasil penyidikan KPK, pihaknya menemukan sejumlah kamar mewah bagi napi koruptor serta menemukan adanya sel tahanan yang penghuninya sedang tidak berada di dalam Lapas, yakni Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana.

Atas kasus ini, KPK menetapkan sejumlah tersangka yakni Wahid Husen (Kalapas Sukamiskin), Hendri Saputra (orang kepercayaan Wahid), serta dua napi yang diduga penyuap, yakni Fahmi Darmawansyah dan Andre.

Memang ada baiknya jika para napi koruptor ditahan di Lapas Nusakambangan saja. Setujukah Anda?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Lagi-Lagi Polisi Tewas di Mako Brimob Ditikam Orang Tak Dikenal, Jajaran Polres Tingkatkan Keamanan
12 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Lagi-lagi anggota Brimob gugur di Mako Brimob, kali ini ditikam oleh orang tak dikenal. Pihak kepolisian meningkatkan keamanan usai Bripka Marhum Prencje ...
Google Terapkan Aturan Baru Soal Konten Video di Youtube Khususnya Konten-Konten Sensitif
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk pantau video-video yang berbau ekstrimis dan politik yang berbau SARA, akhirnya Google buat peraturan baru pada platform ...
Ingin Awet Cantik? Perhatikan 6 Khasiat Kedelai Ini
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Kacang Kedelai yang kaya akan kandungan protein, serat dan isoflavon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti dapat menjaga ...
Demokrat Menilai Kemenangan Prabowo Ditentukan Siapa Cawapresnya
19 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Suhu pemilihan presiden 2019 kian memanas, membuat banyak partai politik galau dalam menentukan sikap. Bagaimana tidak, jika mereka sempat salah menentukan ...
Ketua KPK Agus Raharjo Mengatakan Proses Hukum Calon Kepala Daerah Tetap Jalan
14 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam beberapa tahun terakhir bisa diakui bahwa KPK telah bekerja keras untuk memberantas korupsi di Indonesia. Betapa tidak, korupsi merupakan tindakan ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JusKulitManggis