Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Penelitian pada Bayi Prematur Berikan Impilkasi untuk Perawatan di Masa Depan

Penelitian pada Bayi Prematur Berikan Impilkasi untuk Perawatan di Masa Depan

20 Agustus 2017 | Dibaca : 620x | Penulis : Rindang Riyanti

Penelitian yang dilakukan oleh University of Kent dengan dokter di unit neonatal di Rumah Sakit William Harvey dan Universitas Brunel telah memberikan wawasan lebih jauh tentang biologi kelahiran prematur, dengan temuan yang mungkin berimplikasi untuk merawat bayi prematur.

Hasil penelitian yang sekarang dipublikasikan di sebuah artikel yang berjudul bayi prematur memiliki telomeres yang jauh lebih panjang daripada istilah kelahiran mereka di PLOS One.

Tim dari School of Biosciences yang dipimpin oleh Profesor Darren Griffin bersiap untuk mencari penanda genetik yang dapat mengidentifikasi anak-anak yang "berisiko" di awal kehidupan sehingga mereka dapat memulai pemantauan dan perawatan lebih awal.

Berfokus pada telomere - topi di ujung kromosom yang menurun seiring bertambahnya usia, mereka membandingkan panjang telomere pada bayi prematur dibandingkan bayi yang lahir pada waktu yang diharapkan.

Tiga kelompok bayi dipelajari:

25 bayi yang lahir prematur (tapi sudah diuji pada saat mereka seharusnya lahir)
22 bayi prematur yang diambil sampelnya saat lahir
31 bayi (sampel saat lahir) lahir pada waktu yang diharapkan.

Harapannya adalah bahwa kelompok pertama secara genetis, tampak lebih "tua" yaitu memiliki telomer lebih pendek daripada yang lainnya. Temuan ini agak mengejutkan karena, walaupun ada beberapa bukti telomeres yang memperpendek dari waktu ke waktu pada bayi prematur, bayi yang lahir normal yang memiliki telomere terpendek dari semuanya.

Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lain yang belum ditemukan, dapat mempengaruhi panjang telomere pada bayi prematur dan menimbulkan gagasan menarik bahwa tingkat pemendekan telomere dapat dipengaruhi oleh tingkat prematuritas bayi.

Bagaimanapun, identifikasi perbedaan genetik antara bayi prematur dan bayi yang lahir prematur dapat mengidentifikasi mereka yang paling berisiko dan karenanya membutuhkan perawatan yang lebih besar untuk mengurangi masalah yang dapat terjadi di kemudian hari.

Ada masalah terkait dengan kelahiran prematur termasuk gangguan pernafasan, pembelajaran dan perkembangan, serta masalah yang baru ditemukan pada hipertensi, resistensi insulin dan distribusi lemak tubuh yang berubah. Masalah terakhir ini mungkin menunjukan penuaan dini pada bayi prematur.

Studi menunjukkan bahwa ini mungkin akan terjadi dalam kehidupan orang dewasa, yang pada dasarnya mengalami penuaan dini dan juga menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rumah Wakil Ketua DPRD Digedor-gedor Orang Gila
25 November 2017, by Admin
Tampang.com - Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jefray Raja Tugam bersama keluarga besarnya dibuat ketakutan di kediamannya  sendiri di Jalan Sekadau-Sintang KM ...
Tak Hanya Sebagai Rempah-rempah, Jintan Hitam Bisa Mencerahkan Kulit dan Awet Muda
23 Mei 2018, by Maman Soleman
Jintan hitam atau Nigela sativa dapat mencerahkan kulit. Karena itu sudah banyak produk- produk kecantikan menjadikan jintan hitam sebagai campuran bahan krim ...
Review Film Ayat Ayat Cinta 2
23 Desember 2017, by Dika Mustika
Review Film Ayat-Ayat Cinta 2 Film ini dalah salah satu film Indonesia yang banyak ditunggu oleh para penikmat film. Selain karena penasaran menantikan ...
Pasar Ekonomi Digital Menggeliat, Tahun 2018 diprediksi Sumbang 10 Persen untuk PDB
16 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Pada tahun 2016, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi pasar digital terhadap PDB Indonesia adalah 3,61. Lalu, kembali ...
Inilah Kriteria Hewan Kurban yang Sehat
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat melakukan inspeksi mendadak terkait kesehatan hewan kurban di Tanah Abang, Jakarta ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab