Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Pendidikan Politik untuk Masyarakat lebih Cenderung ke Arah Politik "Gorengan"

Pendidikan Politik untuk Masyarakat lebih Cenderung ke Arah Politik "Gorengan"

28 November 2018 | Dibaca : 642x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Suhu politik jelang Pileg dan Pilpres 2019 yang akan digelar bulan April 2019 mendatang semakin panas. Panasnya suhu politik ini terutama karena pertarungan di Pilpres 2019 antara kubu petahana Jokowi-Ma'ruf Amin dan Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon ini akan mengulangi pertarungan mereka seperti pada Pilpres 2014 yang lalu.

Kenapa suhu politik semakin panas ? perang kata-kata dan perdebatan yang kerap dipertontonkan di stasiun televisi maupun you tube menjadi penyebab utama suhu politik di Pilpres ini semakin panas. Mungkin masyarakat sudah sering melihat bahkan mulai jenuh betapa kedua team pemenangan baik dari kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo- Sandiaga Uno hanya berdebat soal kata-kata dan ucapan yang baik sengaja maupun tidak sengaja diucapkan kedua pasangan capres dan cawapres ini.

Kasus Ratna Sarumpaet yang membuat heboh seantero jagat nusantara karena hoaxnya, hingga membuat kubu Prabowo harus meminta maaf karena sudah dibohongi Ratna Sarumpaet langsung mendapat respon yang luar biasa alias "gorengan" dari kubu Jokowi.

Kubu Jokowi menganggap Probowo mudah sekali dibohongi oleh seorang Ratna Sarumpaet yang awalnya merupakan salah seorang dari team Badan Pemenangan Nasional ( BPN ) Prabowo-Sandi dan ikut menyebarkan berita hoax Ratna Sarumpaet.

Pernyataan Prabowo Subianto saat di Boyolali yang menyebut "Tampang Boyolali", diartikan kubu Jokowi sebagai sebuah ucapan yang menghina masyarakat kecil terutama masyarakat Boyolali, bahkan Bupati Boyolali sampai mengerahkan massa untuk berdemo beraksi atas ucapan Prabowo yang sebenarnya tidak sama sekali menghina masyarakat Boyolali.

Pernyataan Prabowo yang merasa prihatin dengan anak-anak generasi penerus bangsa yang lulus sekolah menengah atas atau kejuruan yang pada akhirnya bekerja sebagai "Ojek Online" atau Ojol bahkan banyak lulusan sarjana yang juga berprofesi sebagai Ojol, langsung "Digoreng" bahwa Prabowo menghina pekerjaan Ojek Online.

Kalau didalami secara akal sehat dan realita yang ada sekarang ini, tidak bisa dipungkiri susahnya lapangan kerja yang ada membuat profesi "OJOL" menjadi pilihan masyarakat saat ini dengan alasan "Daripada Nganggur:. Cobalah tanya kepada para driver Ojol ini apa alasan mereka memilih profesi sebagai driver Ojol ? tanyakan apa mencukupi kebutuhan keluarga mereka ? tanyakan apa mau anak-anak mereka setelah lulus sekolah menjadi driver Ojol ?

Pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi sebenarnya ingin menyampaikan apa yang jadi realita sekarang di masyarakat dan rasanya bukan untuk menyerang kubu petahana. Sangatlah wajar jika pasangan ini menerima dan menyampaikan keluhan masyarakat terkait kehidupan ekonomi saat ini.

Politikus Sontoloyo, Politikus Genderuwo dan "Tabok" yang diucapkan Jokowi pada pidato-pidatonya, bisa jadi sebagai reaksi atas apa yang sudah dikerjakan pasangan Prabowo-Sandi. Namun sayangnya, rasanya tidak ada seseuatu yang mau disampaikan yang berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat saat ini.

Pernyataan-pernyataan Jokowi ini seolah hanya diucapkan untuk kubu Prabowo-Sandi tanpa ada pesan terkait dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Masyarakat seolah tidak peduli dengan kata-kata yang diucapkan kedua pasangan capres ini karena buat masyarakat, hidup sejahtera, ekonomi membaik, lebih penting daripada kata-kata yang diucapkan para elit politik.

Masyarakat seolah hanya disuguhkan Politik "Gorengan" tanpa ada manfaatnya buat masyarakat. Pendidikan politik kepada masyarakat yang baik bukanlah lewat kata-kata yang seolah hanya saling menjatuhkan saja tapi pendidikan politik yang ingin diperoleh masyarakat yaitu lewat visi dan misi apa yang disampaikan kedua pasangan capres dan cawapres ini untuk lebih meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia kearah yang lebih baik.

"Gorengan" memang makanan yang renyah dan banyak disukai masyarakat kita, namun jangan salah jika gorengan juga banyak dampak buruknya bagi kesehatan jika dikemas dan disuguhkan dengan tidak baik.

Semoga saja Pileg dan Pilpres 2019 kedepan menjadi pertarungan politik yang aman, damai, jujur tanpa adanya kecurangan, adil dan membawa kebaikan untuk masyarakat Indonesia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Selain Fariza, Siapa Lagi Sosok Pembawa Baki Bendera Pusaka 17 Agustus 2017?
23 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Pada upacara hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus 2017, Fariza Putri Salsabila menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Ia mendapatkan kehormatan untuk menjadi ...
Tips Merawat Kuku Saat Sibuk
22 Februari 2018, by Maman Soleman
Wanita identik dengan keindahan. Dari ujung rambut hingga ujung kaki menjadi perhatian mereka. Yang namanya fesyen tak melulu pakaian, sepatu, tas, ataupun ...
Nggak Puas Di Coment Sombong, Jangan Ngamuk Santai Aja Buuuu.
10 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Kalau mau sudah terjun didunia entertainment kudu kuat dikritik buuu. Jangan mintanya dipuji aja, lihat tuh si “Sambalado” sama si ...
Menjelang Pelantikan, Anies - Sandi: 23 Program akan Dimasukkan dalam Dokumen Perencanaan
13 Oktober 2017, by Zeal
tampang - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies – Sandi), akan dilantik dalam beberapa hari lagi. ...
Pembentukan Pengurus Forki Kalbar yang Baru Tunggu Surat PB Forki Pusat
4 November 2017, by Admin
 Pembentukan kepengurusan baru Federasi Olahraga Karate-Ka Indonesia (Forki) Kalbar yang idealnya sudah dapat dilaksanakan paska kepengurusan lama ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab