Harga emas dan perak kembali menjadi sorotan tajam di pasar global pada 3 Januari 2026, ketika pasar logam mulia memasuki sesi perdagangan pertama di tahun ini. Kedua logam ini menunjukkan pergerakan yang luar biasa, dengan emas melanjutkan kenaikan kuat yang sudah terlihat sepanjang tahun lalu, sementara perak justru mencatat rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar, investor ritel, hingga institusi keuangan, yang semakin mempertimbangkan logam mulia sebagai instrumen investasi strategis di tengah dinamika ekonomi global.
Kenaikan Harga Emas di Pasar Spot Dunia
Memasuki tahun baru, harga emas di pasar spot dunia menunjukkan tren positif yang kuat. Pada sesi perdagangan awal tahun ini, harga emas spot stabil di kisaran USD 4.313,29 per ons, setelah sempat merangkak lebih tinggi mencapai USD 4.402,06 per ons di awal sesi. Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari reli yang luar biasa pada tahun 2025, di mana harga emas meningkat secara dramatis hingga puluhan persen dari level sebelumnya.
Kinerja emas tahun lalu sangat impresif, dengan harga emas batangan sempat mencapai rekor tertinggi di USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025. Secara keseluruhan, kenaikan harga emas mencapai sekitar 64% sepanjang tahun 2025, sebuah prestasi yang jarang terlihat pada komoditas ini.
Faktor yang memicu penguatan harga emas cukup kompleks. Pertama, ketegangan geopolitik yang belum mereda di berbagai wilayah dunia membuat permintaan terhadap aset “safe haven” seperti emas meningkat. Konflik berkepanjangan di beberapa kawasan penting telah mendorong investor memindahkan asetnya ke logam mulia untuk melindungi nilai kekayaan mereka.