Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Misteri Kepunahan Megafauna Terungkap

Misteri Kepunahan Megafauna Terungkap

13 Maret 2018 | Dibaca : 761x | Penulis : Maman Soleman

Ribuan tahun lalu hewan-hewan berbadan besar (megafauna) menghadapi kehidupan yang sulit. Ratusan spesies megafauna menghilang begitu saja dari catatan fosil, mulai dari mammoth di Amerika Utara, kanguru setinggi sekitar 3 meter di Australia, hingga burung seberat 200 kg di Selandia Baru yang tidak dapat terbang.

Kepunahan hewan-hewan besar itu menjadi misteri yang hingga saat ini belum terungkap. Para peneliti menduga kepunahan terjadi akibat migrasi manusia dan perubahan iklim. Namun, mereka belum bisa memastikan dan mendapatkan bukti kuat atas analisis tersebut.

Para peneliti berasumsi, bila mammoth punah, berarti harus ada penemuan kapan paling cepat iklim berubah setelah zaman es berakhir? Pun kapan manusia dari Asia datang pertama kali ke tempat itu? Jika kepunahan di area tertentu terlihat bersamaan dengan perubahan iklim yang ekstrem atau dengan kedatangan manusia, salah satu faktor itulah penyebabnya.

Jika kepunahan bersamaan dengan kedatangan manusia, ilmuwan dapat berasumsi bahwa pendatang baru ini pasti memburu terlalu banyak mammoth, menularkan penyakit mematikan, atau entah bagaimana mengubah kondisi lingkungan di sana.

Ahli zoologi Graham Prescott dan David Williams berusaha menjelaskan lebih luas mengenai fenomana kepunahan itu. Mereka menjabarkan hasil analisis kepunahan 100 jenis megafauna di lima daratan yang dikaitkan dengan empat jenis perubahan iklim dan kedatangan manusia.

Tim peneliti dari Cambridge itu mengompilasi data dari penelitian sebelumnya tentang kedatangan manusia dan kepunahan megafauna di setiap daratan yaitu Australia, Eurasia, Selandia Baru, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Mereka juga mengambil rekaman temparatur dari inti es Antartika sebagai petunjuk terhadap perubahan iklim global. Lalu mereka membandingkan data-data tersebut serta memprediksi waktu dan tingkat keparahan kepunahan di lima daratan.

Untuk menentukan waktu kepunahan, mereka menguji 320 ribu jenis skenario kepunahan. Mereka menguji banyak sekali model dengan berbagai rentang waktu kedatangan manusia dan waktu kepunahan megafauna. Sepertinya faktor iklim dan manusia sama-sama berperan dalam banyak kasus. Temuan mereka itu masuk akal. Pasalnya data-data itu menjelaskan adanya interaksi. Akibat yang ditimbulkan dapat terlihat jika dua hal buruk terjadi bersamaan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rencanakan Taksi Terbang, Uber Kerja Sama Bareng NASA
10 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu pemilik aplikasi transportasi online, Uber kini bekerja sama dengan badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Uber berencana ingin ...
Mahasiswa Itenas Ciptakan Mobil Listrik
16 November 2017, by Admin
Tampang.com – Mahasiswa Itenas menciptakan kendaraan roda empat berteknologi listrik yang diberi nama Evhero. Mobil listrik itu menjadi salah satu karya ...
iwa K
2 Mei 2017, by herline
Setelah berita tenangtang tertangkapnya penyanyi rap Iwa Kusuma alias Iwa K, pada harinSenin kemarin (1/5/2017) pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta telah ...
Ini Alasan Kroasia Berpeluang Keluar Sebagai Juara Piala Dunia 2018
15 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Timnas Kroasia telah memecahkan rekor dan membuat sejarah baru di Piala Dunia. Untuk pertama kalinya mereka berhasil lolos final Piala Dunia. Rekor tersebut ...
pernikahan
3 Juli 2017, by Rachmiamy
Percayakah kalian cerita masa kecil dan ‘cinta monyet’ di masa kanak-kanak bisa berubah menjadi dongeng indah di masa depan? Di China, ada seorang ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab