Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Laporan: Kim Jong Un Tidak Akan Menghadiri Majelis Umum PBB

Laporan: Kim Jong Un Tidak Akan Menghadiri Majelis Umum PBB

19 Juli 2018 | Dibaca : 186x | Penulis : Slesta

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan tidak akan menghadiri Sidang Umum PBB mendatang pada bulan September karena namanya tidak ada dalam daftar pembicara, menurut laporan pers Jepang.

Sementara para pemimpin termasuk Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dijadwalkan untuk berbicara di Majelis Umum, seorang tokoh tingkat menteri dari Korea Utara diperkirakan akan naik ke podium pada 29 September, Nikkei Shimbun melaporkan, mengutip daftar pembicara oleh PBB

Pada Majelis Umum tahun lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Lee Yong-ho menghadiri acara tersebut dan menyampaikan pidato yang berapi-api menentang Amerika Serikat. Dia mencela Trump, mengatakan dia berada di "misi bunuh diri" dalam menanggapi janji sebelumnya untuk "benar-benar menghancurkan" Korea Utara.

Sementara itu, menteri luar negeri Korea Selatan tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa para pemimpin Amerika Serikat, Korea Selatan dan Utara akan bertemu untuk pertemuan puncak trilateral di Majelis pada bulan September.

"Di masa lalu, butuh berbulan-bulan untuk mempersiapkan KTT antara Utara dan Selatan tetapi sekarang melampaui praktek yang biasa. Tidak dapat diprediksi komunikasi seperti apa yang akan terjadi sebelum kunjungan Presiden Moon ke Pyongyang," Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa mengatakan kepada wartawan di London pada hari Rabu, setelah pertemuannya dengan para duta besar yang berbasis di Eropa, Yonhap melaporkan.

Moon diundang mengunjungi Pyongyang akhir tahun ini oleh Kim.

"Deklarasi Panmunjom berjanji untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea dalam tahun ini," katanya. "Kami akan melakukan upaya diplomatik untuk mewujudkannya, tetapi sulit untuk menentukan waktu."

Kang juga menegaskan kembali bahwa denuklirisasi lengkap adalah tujuan jangka panjang, dengan tegas dibagi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan dan juga dengan komunitas internasional.

Komentarnya sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa ada "tidak ada batasan waktu" dan "tidak ada batas kecepatan" untuk denuklirisasi senjata nuklir Korea Utara.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pemakaman Jonghyun SHINee Penuh Kesedihan
21 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Salah satu Penyanyi tampan asal Korea Selatan ( K-pop) berusia 27 tahun ini ditemukan tak sadarkan diri di apartemennya pada pukul 6 sore waktu setempat. ...
Cabang Anggar Seleksi Atlet Hadapi Asian Games 2018
2 Desember 2017, by Admin
Tampang.com -  Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI)  menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar  dan Test Event Asian ...
Anak-Anak Butuh Cukup Vitamin D Agar Terhindar dari Diabetes
29 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Mendapatkan cukup vitamin D selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan penurunan risiko autoimun yang berkaitan dengan diabetes tipe 1. Islet autoimmunity, ...
 Benarkah Caisar Telah Menceraikan Sang Istri?
23 Agustus 2017, by Indah Nur Etika
Setelah kabar mengejutkan tentang kembalinya Caisar YKS ke panggung hiburan tanah air untuk bergoyang, muncul lagi kabar hangat lain baru-baru ini. Kabar yang ...
Begini Lanjutan Kasus Penggelapan Lahan yang Diduga Libatkan Sandiaga Uno
23 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dilansir dari laman tempo.co, dikabarkan kasus penipuan dan penggelapan lahan yang diduga melibatkan Sandiaga Uno Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Andreas ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman