Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Laporan: Kim Jong Un Tidak Akan Menghadiri Majelis Umum PBB

Laporan: Kim Jong Un Tidak Akan Menghadiri Majelis Umum PBB

19 Juli 2018 | Dibaca : 120x | Penulis : Slesta

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan tidak akan menghadiri Sidang Umum PBB mendatang pada bulan September karena namanya tidak ada dalam daftar pembicara, menurut laporan pers Jepang.

Sementara para pemimpin termasuk Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dijadwalkan untuk berbicara di Majelis Umum, seorang tokoh tingkat menteri dari Korea Utara diperkirakan akan naik ke podium pada 29 September, Nikkei Shimbun melaporkan, mengutip daftar pembicara oleh PBB

Pada Majelis Umum tahun lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Lee Yong-ho menghadiri acara tersebut dan menyampaikan pidato yang berapi-api menentang Amerika Serikat. Dia mencela Trump, mengatakan dia berada di "misi bunuh diri" dalam menanggapi janji sebelumnya untuk "benar-benar menghancurkan" Korea Utara.

Sementara itu, menteri luar negeri Korea Selatan tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa para pemimpin Amerika Serikat, Korea Selatan dan Utara akan bertemu untuk pertemuan puncak trilateral di Majelis pada bulan September.

"Di masa lalu, butuh berbulan-bulan untuk mempersiapkan KTT antara Utara dan Selatan tetapi sekarang melampaui praktek yang biasa. Tidak dapat diprediksi komunikasi seperti apa yang akan terjadi sebelum kunjungan Presiden Moon ke Pyongyang," Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa mengatakan kepada wartawan di London pada hari Rabu, setelah pertemuannya dengan para duta besar yang berbasis di Eropa, Yonhap melaporkan.

Moon diundang mengunjungi Pyongyang akhir tahun ini oleh Kim.

"Deklarasi Panmunjom berjanji untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea dalam tahun ini," katanya. "Kami akan melakukan upaya diplomatik untuk mewujudkannya, tetapi sulit untuk menentukan waktu."

Kang juga menegaskan kembali bahwa denuklirisasi lengkap adalah tujuan jangka panjang, dengan tegas dibagi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan dan juga dengan komunitas internasional.

Komentarnya sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa ada "tidak ada batasan waktu" dan "tidak ada batas kecepatan" untuk denuklirisasi senjata nuklir Korea Utara.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pantai Tulamben, Destinasi Selam Favorit bagi Penyelam Berbagai Negara di Bali
26 Juni 2018, by Maman Soleman
Indonesia merupakan negara maritim yang terkenal akan keindahan bawah airnya, hampir seluruh penyelam dunia pernah datang ke Indonesia untuk menikmati surga ...
Bahayanya Bermain Ponsel Saat Lampu Redup
3 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Berbaring di tempat tidur dengan lampu redup memang nikmat, apalagi setelah lelah beraktivitas seharian. Biasanya, rebahan ini dibarengi dengan ...
Gerai Makanan Milik Anak Presiden Jadi Korban Pencurian???
12 Maret 2018, by oteli w
Gerai Makanan Milik Anak Presiden Jadi Korban Pencurian??? Akhir-akhir ini sudah sangat banyak aksi pencurian terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Para ...
Jelang Konser Di Indonesia Group Band EXO Selalu di Buat Kagum akan Fans di Indonesia
18 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Siapa yang tak kenal group band korea yang sudah malang melintang di dunia music mancanegara. Namanya selalu ada di setiap ajang aword, selalu ...
DIberi Sapu Lidi Oleh Pendukung, Ganjar: Kita Bersihkan Jateng Dari Korupsi dan Pungli
9 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen terus mengalir. Salah satunya adalah deklarasi ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab