Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Kualitas Diet Pengaruhi Kesehatan Mental

Kualitas Diet Pengaruhi Kesehatan Mental

21 Agustus 2017 | Dibaca : 753x | Penulis : Rindang Riyanti

Bukti-bukti menunjukkan hubungan vital antara kualitas diet dan potensi kekurangan nutrisi dengan kesehatan mental, sebuah kolaborasi internasional baru yang dipimpin oleh University of Melbourne dan Universitas Deakin telah mengungkapkan.

Diterbitkan di The Lancet Psychiatry, akademisi terkemuka menyatakan bahwa karena dengan berbagai kondisi medis, psikiatri dan kesehatan masyarakat sekarang harus mengenali dan merangkul diet dan nutrisi sebagai penentu utama kesehatan mental.

Penulis utama, Dr Jerome Sarris dari University of Melbourne dan anggota International Society for Nutritional Psychiatry Research (ISNPR), mengatakan bahwa psikiatri berada pada tahap kritis, dengan model fokus saat ini yang hanya mencapai sedikit manfaat dalam menangani masalah global. Beban kesehatan mental yang buruk

"Sementara faktor penentu kesehatan mental sangat kompleks, bukti nutrisi yang muncul dan menguat untuk menjadi faktor kunci dalam tingginya prevalensi dan kejadian gangguan mental menunjukkan bahwa nutrisi sama pentingnya dengan psikiatri seperti pada kardiologi, endokrinologi dan gastroenterologi," Dr. Kata Sarris.

"Beberapa tahun terakhir, hubungan yang signifikan telah terjalin antara kualitas gizi dan kesehatan mental. Studi ilmiah yang ketat telah memberikan kontribusi penting bagi pemahaman kita tentang peran nutrisi dalam kesehatan mental," katanya.

Temuan dari tinjauan tersebut mengungkapkan bahwa selain perbaikan pola makan, bukti sekarang mendukung anggapan bahwa resep berbasis nutrisi memiliki potensi untuk membantu pengelolaan gangguan mental pada tingkat individu dan populasi.

Studi menunjukkan bahwa banyak nutrisi ini memiliki kaitan yang jelas dengan kesehatan otak, termasuk omega-3, vitamin B (terutama folat dan B12), kolin, besi, seng, magnesium, S-adenosil metionin (SAMe), vitamin D, dan asam amino.

Profesor Jacka, seorang Fellow Research dari Deakin University dan presiden ISNPR mencatat bahwa banyak penelitian telah menunjukkan hubungan antara pola diet sehat dan prevalensi dan risiko depresi dan bunuh diri yang menurun di seluruh kelompok usia.

Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada akhir tahun 2014 juga telah mengkonfirmasi hubungan antara pola makan 'tidak sehat' dan kesehatan mental yang buruk pada anak-anak dan remaja. Mengingat usia awal depresi dan kecemasan, data ini menunjukkan perbaikan pola makan sebagai cara untuk mencegah timbulnya gangguan mental secara umum.

Dr Sarris, seorang anggota eksekutif ISNPR, percaya bahwa inilah saatnya untuk menganjurkan pendekatan yang lebih integratif terhadap psikiatri, dengan diet dan nutrisi sebagai elemen kunci.

"Sudah saatnya dokter mempertimbangkan diet dan nutrisi tambahan sebagai bagian dari paket pengobatan untuk mengatasi beban kesehatan mental yang sangat buruk," katanya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

kaesang
17 Juli 2017, by Indah Nur Etika
Kaesang Pangarep, anak dari presiden Joko Widodo ini tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Pasalnya baru-baru ini ia telah dilaporkan ke kepolisian ...
4 Rahasia Miliarder Besarkan Anak Jadi Orang Kaya
29 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya menjadi seseorang yang sukses dan juga kaya raya. Namun , siapa sangkan banyak sekali hal ...
Belajar dari Kisah 'Email Ayah untuk Anaknya'...
13 Maret 2018, by Dika Mustika
Zaman now! Zaman now yang terkenal harus selalu kekinian, harus selalu update status, harus selalu tahu apa yang sedang happening! Hal-hal yeng terjadi zaman ...
Idolakan Ronaldo, Egy Maulana Vikri Berpeluang Maen di Real Madrid
21 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Peluang pesepak bola Timnas U-19, Egy Maulana Vikri untuk bermain di Klub-klub besar di Eropa semakin terbuka lebar. Pasalnya salah satu agen ...
Pentingnya Industri Menggunakan Lampu TL dan Lampu Emergency Explosion Proof
30 September 2020, by Admin
Lampu pada awal mulanya merupakan suatu penemuan manusia yang membutuhkan penerangan di malam hari. Manusia menggosok-gosokkan batu hingga dapat mengeluarkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab