Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
login Register
diabetes pada anak

Hati-Hati Bunda, Hasil Studi Menunjukan Anak-Anak yang Menonton TV Lebih dari 3 Jam Beresiko Terkena Diabetes

2 Agustus 2017 | Dibaca : 323x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan bagi anak-anak adalah menonton TV. Baik itu pulang sekolah, maupun pada malam hari setelah mengerjakan tugas sekolah.

Untuk kegiatan ini, hati-hati untuk para orangtua. Pasalnya, studi baru menemukan bahwa anak yang menonton TV lebih dari 3 jam sehari terancam terkena diabetes. Mereka akan memiliki resistensi insulin yang lebih besar. Hal ini merupakan faktor dari diabetes tipe-2.

Selain itu, anak-anak juga akan mengganggu hormon leptin. Hormon leptin ini diketahui adalah hormon pengatur nafsu makan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa mengurangi waktu menonton mungkin bermanfaat dalam mengurangi faktor risiko diabetes tipe 2, baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan, sejak usia dini," tutur salah seorang peneliti, Dr Claire Nightingale dari St George's, University of London, dilansir DailyMail.

Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisa 4.495 anak-anak berusia antara sembilan dan 10 tahun. Mereka diteliti untuk faktor-faktor yang mempengaruhi risiko terkena diabetes.

Proporsi tubuh mereka, tingkat aktivitas dan jumlah waktu yang mereka habiskan di depan layar (baik menonton televisi atau menggunakan komputer) setiap hari juga tercatat.

Hasil menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari 3 jam didepan layar memiliki resistensi insulin yang lebih besar, dan dapat berakhir terkena penyakit diabetes melitus.

Resistensi insulin mengurangi sensitivitas seseorang terhadap hormon. Anak-anak tersebut juga menghasilkan gangguan hormon leptin, yang terlibat dalam mengatur nafsu makan. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Archives of Disease in Childhood.

"Ini sangat relevan, mengingat tingkat diabetes tipe 2 yang meningkat, munculnya diabetes tipe 2 awal, dan tren terkini yang menunjukkan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan layar meningkat di masa kanak-kanak," tandas Dr Nightingale.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Stigma Alzheimer Sebagai Penghalang untuk Pencegahan dan Perawatan
29 Maret 2018, by Slesta
Stigma seputar penyakit Alzheimer dapat mencegah orang Amerika belajar tentang risiko mereka dan dari bergabung dengan uji klinis untuk perawatan baru yang ...
Waspadai Bila Bayi Bisa Langsung Berdiri Tanpa Merangkak
11 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Dalam tumbuh kembang bayi mengalami beberapa fase atau tahap sampai ia bisa berjalan. Setiap fase tersebut memiliki manfaat saat besar nanti dan ...
Prabowo : Ini Syarat Prabowo Maju Jadi Capres 2019
13 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Bertepatan dengan Rakornas Gerindra di Bukit Hambalang. Prabowo menegaskan bahwa ia akan maju untuk mencalonkan diri sebagai presiden di ...
Bagaimana Kecerdasan Umum Berkembang
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Salah satu temuan paling mencolok dalam psikologi adalah bahwa hampir semua kemampuan kognitif berhubungan secara positif, orang yang lebih baik dalam ...
pecel ayam
7 Mei 2017, by Ayu
Nikmatnya pecel ayam, mau coba? Tentunya untuk Menu lauk pauk lain dengan sajian sedap nikmat dengan adanya pecel ayam. Jenis Masakan yang satu ini merupakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview