Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Dongdaemun Design Plaza Korea Selatan, Gedung Modern Futuristik yang Menuai Kritik

Dongdaemun Design Plaza Korea Selatan, Gedung Modern Futuristik yang Menuai Kritik

24 Juli 2018 | Dibaca : 802x | Penulis : Maman Soleman

Bangunan itu kontras dalam lingkungannya. Bentuknya melengkung dengan struktur baja yang menurut orang mirip pesawat angkasa luar. Permukaannya dilapisi 45 ribu tile berwarna kelabu keperakan, memunculkan kesan futuristis. Namanya Dongdaemun Design Plaza (DDP). Ia dibangun di lahan seluas 63 ribu meter persegi di pusat Kota Seoul, Korea Selatan. Konstruksinya memakan biaya US$450 juta. Beberapa memujinya sebagai karya arsitektur luar biasa, tetapi beberapa lainnya menganggap bangunan itu merusak warisan sejarah.

DDP dirancang Zaha Hadid, arsitek kelahiran Irak, yang merupakan pemenang perempuan pertama atas Pritzker Prize pada 2004, penghargaan arsitektur yang kerap disamakan dengan Piala Oscar dalam dunia perfilman.

Konsep DDP tercetus pada masa pemerintahan Wali Kota Oh Sehoon. Oh berkeras menggalang konstruksi bangunan raksasa itu demi tujuannya meredesain Seol dan menjadikannya sebagai pusat desain dunia. Pembiayaannya memakan sekitar 2,4% anggarail tahunan kota.

Sejak 2011, Oh tidak lagi menjabat walikota. Namun, proyek dilanjutkan hingga DDP diresmikan pada 21 Maret 2014. Namun, pemerintah kota belum memastikan cara untuk menanggung biaya operasi gedung yang mencapai sekitar US$30 juta per tahun. Wali Kota Seoul, Park Won-soon, mengatakan DDP akan menuai penghasilan lewat penyelenggaraan konferensi, konser, dan pameran.

Di luar perkara dana, beberapa kalangan juga mempertanyakan 'pengorbanan' demi keberadaan bangunan baru. DDP dibangur dengan menggusur sebuah stadion berusia 80 tahun. Hingga 1980-an, stadion itu merupakan stadion modern pertama dan satu-satunya di Korea, tempat berlangsungnya liga bisbol dan sepak bola profesional di 'Negeri Ginseng'.

Kim Eun-sik, 40, penulis yang kerap berolahraga di stadion tua itu saat remaja, mengaku sedih. "DDP merupakan karya arsitektur yang menakjubkan, tapi saya merasa hampa karena ia menggantikan suatu tempat yang penuh kenangan," kata dia.

DDP juga menggusur sekitar 900 pedagang yang kemudian direlokasi. Penulis buku Korea: The Impossible Country, Daniel Tudor, ikut menyindir. Pemilihan Hadid sebagai arsitek DDP itu seperti memiliki tas Hermes yang dipandang sebagai simbol status di Korea Selatan. "Orang berpikir, jika kita punya bangunan-bangunan keren yang mengilat, kita bisa pamer kepada orang luar bahwa kita telah menjadi negara maju," kata Tudor.

Kritik juga dilontarkan profesor arsitektur di University of Seoul, Pai Hyung-min. Dia menyesalkan pemerintah kota di bawah walikota saat itu yang telah memindahkan artefak bersejarah yang ditemukan dalam proses konstruksi DDP. Di Dongdaemun-lah Dinasti Joseon yang berkuasa di Semenanjung Korea pada 1392-1897 melatih pasukannya.

Jika hendak mempertahankan sejarah tempat ini, sebenarnya banyak cara lain yang bisa kita lakukan. DDP seperti pengingat yang memalukan bagaimana Korea Selatan lebih mendahulukan sesuatu yang modern, tapi meminggirkan warisan kulturalnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Rapat Majelis Tinggi Demokrat Belum Putuskan Arah Koalisi Pilpres 2019
9 Juli 2018, by oteli w
Rapat Majelis Tinggi Demokrat Belum Putuskan Arah Koalisi Pilpres 2019   Rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat telah melakukan pertemuan guna ...
Apakah Penduduk Pulau Paskah (Easter Island) Benar-Benar Pernah Berlayar ke Amerika?
16 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah studi baru meragukan gagasan yang selama ini diyakini bahwa penduduk pulau tersebut pernah melakukan ‘kontak’ dengan penduduk asli ...
Pengusaha Wanita Masih Tertinggal di Belakang Pria dalam Akses Pendanaan Bisnis Baru
18 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Pengusaha wanita merasa semakin sulit untuk mengakses dana modal ventura untuk bisnis pemula dan tetap kecil kemungkinannya untuk menarik dana daripada ...
Kekecewaan EXO-L di MAMA 2017  Hinggal Mengeluarkan Petisi untuk MAMA
4 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Penggemar EXO atau yang dikenal dengan nama EXO-L, yang berasal dari Korea dan global belum lama ini mengajukan petisi kepada pemerintah Korea ...
5 Perawatan Rambut yang Baik untuk Kamu yang Berhijab
24 September 2018, by Rizal Abdillah
Mungkin sebagian perempuan yang berhijab sering mengeluhkan tentang rambutnya yang tiba-tiba rontok, berminyak dan berketombe. Sebenarnya kamu gak perlu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab