Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Bupati Nonaktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Penjara

Bupati Nonaktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Penjara

6 Juli 2018 | Dibaca : 352x | Penulis : oteli w

Bupati Nonaktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari Divonis 10 Tahun Penjara

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan membayar denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Rita Widyasari, (Jumat (6/7/2018).

Sugianto mengatakan, Rita terbukti menerima gratifikasi sejumlah Rp110,72 miliar selama menjabat sebagai bupati. Selain itu ia juga terbukti menerima suap senilai Rp6 miliar dari pengusaha Heri Susanto Gun alias Abun. 

"Mengadili, terdakwa Rita Widyasari secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Sugianto saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

Dalam putusannya, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal, baik memberatkan maupun meringankan. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan Rita bertentengan dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sebagai Bupati seharusnya memberi contoh yang baik bagi masyarakat.

Sementara hal yang meringankan, majelis hakim menyampaikan bahwa Rita bersikap sopan dan belum pernah dihukum atau belum pernah terlibat kasus hukum.

"Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum," kata hakim. 
 

Berikut pasal-pasal yang menjadi dasar pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis kepada Rita:

Pasal tentang penerimaan gratifikasi: Rita dan Khairudin terbukti melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Pasal penerimaan suap: Rita terbukti melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Staf Gedung Putih Kedua Mengundurkan Diri di Tengah Tuduhan KDRT
13 Februari 2018, by Slesta
Seorang pejabat Gedung Putih kedua mengundurkan diri di tengah tuduhan pelecehan dari mantan istri. Speechwriter David Sorensen mengundurkan diri setelah ...
Demokrat: AHY Berpotensi Menjadi Pemimpin Masa Depan Indonesia
31 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia, terutama ketika mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jakarta pada ...
Heboh Partai Setan dan Partai Allah Versi Amin Rais
16 April 2018, by oteli w
Heboh Partai Setan dan Partai Allah Versi Amin Rais Pernyataan Amin Rais yang merupakan Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 usai mengikuti Gerakan ...
Ada yang Janggal pada Tuduhan La Nyala ke Prabowo
13 Januari 2018, by Gatot Swandito
"Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan di tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasi," kata La ...
Belajar di Alam, Itu Mengasyikkan!
18 April 2018, by Dika Mustika
Belajar di sekolah, mungkin itu adalah hal yang lumrah. Atau justru kita sebut wajib dilakukan oleh anak usia sekolah. Namun, proses belajar itu sendiri tidak ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview