Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Berburu Kuliner langka saat Mudik Lebaran

Berburu Kuliner langka saat Mudik Lebaran

2 Juli 2017 | Dibaca : 554x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Mudik lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, walaupun banyak sekali rintangan dari kemacetan arus mudik,kehabisan tiket dll, semua itu tak mengurangi semangat untuk mudik pulang ke kampung halaman berlebaran bersama keluarga. Mudik lebaran mempunyai keasyikan tersendiri yang dirasakan oleh mereka yang mudik, walaupun kadang – kadang membuat sebagian masyarakat yang tidak mempunyai kampung halaman yang jauh merasa iri karena ingin merasakan keseruan mudik.

Ya memang mudik lebaran sangatlah mengasikkan walaupun banyak biaya dan kemacetan badan capek semua tertutup dengan kerinduan kita akan kampung. Surabaya adalah salah satu jalur mudik lebaran yang sangat padat. Tiket kereta sudah habis begitu dibuka penjualan tiket secara online, tiket bis dan pesawat pun habis terjual ludes. Surabaya kota pahlawan saat lebaran pun masih sangat ramai,memang tidak sepadat dihari aktivitas biasa, tapi kota yang selalu saja ramai 24 jam walau malam hari.

Kota pahlawan ini sangat banyak mempunyai makanan khas yang perlu di buru, mereka yang mudik pun selalu berburu makanan khas kota pahlawan. Makanan yang sering dicari oleh pemudik lebaran biasanya, rujak cingur, nasi rawon, nasi pecel, lontong kupang, lontong balap, tahu campur, dan  tahu tek. Hampir semua makanan khas kota Pahlawan ini jualan di hari lebaran guna memberikan kepuasan buat para pemudik lebaran.

Kota Pahlawan yang tidak pernah tidur ini selalu menyediakan makanan khas mereka walaupun malam hari. Tapi dari semua makanan khas kota Pahlawan tersebut ada satu yang sangat langkah dan susah dijumpai, walaupun dihari biasa, ya Lontong Balap Surabaya. Makanan yang terdiri dari lontong mie,cambah, tahu dan kuahnya sudah di berikan bumbu sampa petis khas Surabaya, disertai pelengkapnya sate kerang dan lento (terbuat dari singkong dan kacang tanah).

Ya makanan yang satu ini sangatlah langkah hanya 2 tempat kuliner yang menyediakan makanan tersebut (lontong balap Surabaya). Kuliner di Jalan Semarang, Surabaya dan pusat kuliner di sekitar Balaikota Surabaya. Sangat susah di cari makanan khas tersebut sekarang ini walaupun dikota asalnya, karena faktor yang memasaknya sudah meninggal dan tidak ada yang meneruskan, sehingga menjadi langka. Semoga makan khas dari daerah – daerah masih tetap ada yang melanjutkan dan menjadi cirikan daerah tersebut dan tetap kita harus lestarikan.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

anak medan
17 Mei 2017, by Tonton Taufik
Oleh : Endy Black Wolf Oii bodat2 politik!... Sebenarnya udah malas kali aku debat2 masalah ahok di fb ini makanya udah jarang kali aku post yg berhubungan ...
Di India Istri Ceraikan Suami Gara-Gara Toilet
21 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Di India, seorang perempuan diizinkan untuk menceraikan suaminya. Alasan dari perceraian ini lantaran sang suami tidak kunjung membangun toilet ...
kaesang pangarep
4 Oktober 2017, by Slesta
Tampang.com – Siapa yang tidak kenal Kaesang pangarep? Ya, ia merupakan salah satu anak dari Presiden RI Joko Widodo. Namanya kini banyak dikenal di ...
Dunia Robotik Masa Depan: Komponen Elektronik Mampu Melipat Diri Sendiri
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Seiring permintaan pasar yang meningkat secara fleksibel, robotika dan teknologi lainnya semakin majua. Kebutuhan akan komponen yang menunjang bidang ini juga ...
Seoul: Menunda Latihan Militer Gabungan Bergantung Pada Perilaku Utara
20 Desember 2017, by Slesta
Keputusan untuk menunda latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat tahun depan tergantung pada perilaku Korea Utara, pejabat Seoul ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman