Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Benarkah Ada Faktor Forced Suicided dalam Bunuh Diri Johanes Marliem

Benarkah Ada Faktor Forced Suicided dalam Bunuh Diri Johanes Marliem

12 Agustus 2017 | Dibaca : 543x | Penulis : Gatot Swandito

Johanes Marliem, saksi kunci mega skandal kasus korupsi e-KTP, dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat pada 11 Agustus 2017.

Sekalipun informasi media menyebut Johanes meninggal bunuh diri, namun sebuah spekulasi muncul. Spekulasi ini mengarah adanya paksaan terhadap Johanes untuk melakukan bunuh diri atau forced suicide.

Kemungkinan adanya forced suicide pada Johanes cukup beralasan, mengingat pengusaha muda ini memiliki barang bukti yang konon sebesar 500 GB.

Force suicide biasanya dilakukan kepada korban yang dinilai membahayakan. Cara ini dilaksanakan dengan mengancam keselamatan keluarga korban. Korban diberi pilihan: dia atau keluarganya yang akan mati.

Karena pilihan tersebut, korban tidak memiliki pilihan lain kecuali bunuh diri. Sebab, toh pada akhirnya korban juga akan dibunuh. Maka bunuh diri menjadi pilihan terbaik bagi korban.

Metode forced suicided ini banyak dipertontonkan dalam film yang menceritakan tentang mafia italia. Dalam film, anggota mafia yang melakukan pelanggaran biasanya dikirimi ancaman, entah lewat telepon, kurir, atau surat.

Bagi pelakunya, forced suicided merupakan jalan terbaik untuk menghindar dari jeratan hukum. Terkadang, cara ini dilakukan kepada, karena sulit membuktikan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh korban. Atau bisa juga dilakukan untuk menghindari opini buruk.

Dalam “sejarah”, Nazi melakukan forced suicided terhadap pahlawannya sendiri, Field Marshall Erwin Rommel. Romel dipaksa bunuh diri setelah Nazi mencium keterlibatannya dalam upaya pembunuhan terhadap Adolf Hitler.

Bagi Nazi, menghukum Rommel merupakan aib besar. Bagaimana mungkin seorang pahlawan sekelas Rommel akan diadili. Apalagi, hukuman itu dijatuhkan akibat keterlibatannya dalam upaya pembunuhan pemimpin besar Nazi.

Karena itulah, Nazi memilih untuk memaksa Rommel melakukan bunuh diri sebagai hukuman atas perbuatannya. Namun demikian, upacara pemakaman Rommel digelar besar-besaran secara militer.

Jauh sebelum Rommel, Marcus Annaeus Lucanus dan Domitius Corbulo dipaksa bunuh diri setelah diduga terlibat dalam konspirasi pembunuhan Kaisar Nero.

Tetapi, forced suicided atas Romel, Lucanus, dan Corbulo hanyalah “sejarah” bukan sejarah. Tidak ada yang tahu persis tentang alasan yang mendasari ketiganya bunuh diri.

Demikian juga dengan Johanes. Apakah bunuh diri yang dilakukan Johanes disebabkan karena paksaan ataukah karena ketidaksanggupannya dalam menerima tekanan permasalahan hidupnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Surya Paloh Sindir Pemimpin yang Bicara Seenak Perutnya Saja
7 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Pemimpin dalam pemerintahan dan politik adalah mereka yang telah dipercayai oleh rakyat dan akan menjadi sorotan media ketika mengatakan atau menyampaikan ...
pernikahan sejenis
30 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Setelah pelegalan pernikahan sejenis yang dilakukan oleh negara Taiwan baru-baru ini, kini kasus pelegalan pernikahan sejenis bertambah ...
Inilah Kebiasan Para Miliarder, Ikuti Jika Ingin Jadi Kaya Raya
23 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Apakah Anda ingin menjadi seorang miliarder? Apakah Anda tahu bagaimana kebiasaan yang dilakukan oleh seorang miliarder setiap harinya? Ya, ...
Menyisakan 2 Pertandingan di Grup K, Lazio Memastikan Diri Lolos ke Babak Selanjutnya Liga Eropa 2017/2018
3 November 2017, by Rachmiamy
Lazio merupakan salah satu klub yang bersinar di Liga Italia Seri A musim 2017/2018. Hingga pertandingan kesebelas, klub asal kota Roma berhasil menempati ...
Reaksi Keras Habib Rizieq Tanggapi Pidato Victor
13 Agustus 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ketua Front Pembela Islam ( FPI ),, Habib Rizieq Shihab walaupun masih berada di Arab Saudi, namun dirinya terus mengikuti perkembangan yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab