Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Bangunan Sungai Ciliwung Digusur, Warga Bukit Duri Akan Direlokasi ke 4 Rusun

Bangunan Sungai Ciliwung Digusur, Warga Bukit Duri Akan Direlokasi ke 4 Rusun

11 Juli 2017 | Dibaca : 358x | Penulis : Retno Indriyani

Tampang.com - Bangunan di bantaran Sungai Ciliwung akan ditata ulang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan. Penataan bangunan ini bertujuan untuk menormalisasi Sungai Ciliwung dan ada 4 RT yang akan terkena dampak dari normalisasi ini yakni RT 01, 02, 03, 04 di RW 12 di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Dian Ekowati selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan DKI mengatakan jika normalisasi Sungai Ciliwung adalah program pemerintah pusat melalui BALAI Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) yang akan dilakukan di 4 RT tersebut.

Ada sekitar 355 bidang yang akan ditertibkan, sebanyak 331 bidang telah pindah ke rusun, lima bidang lainnya berupa 3 mushola dan 2 MCK dan 17 bidang tidak akan mengambil karena telah memiliki rumah sendiri.

“Ada juga yang masih bertahan karena hanya sebagian bangunan mereka yang terkena normalisasi, sementara dua bidang memiliki sertifikat namun hanya satu bidang yang di teliti berkasnya, sedangkan satu bidang lainnya tidak terkena normalisasi,” ungkap Dian.

Pemprov DKI tak hanya begitu saja menormalisasi bangunan di bantaran Sunagai Ciliwung namun telah memberikan solusi untuk warga dengan merelokasi mereka ke empat rusun yang telah disediakan di daerah Jakarta Timur. Rinciannya adalah sebagai berikut : 215 bidang di Rusun Rawa Bebek, 20 bidang di Rusun Pulogebang, 11 bidang di Rusun Komarudin dan 85 bidang di Rusun Bekasi KM2.

Menurut Tri Kurniadi selaku Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, sebelum melakukan penataan telah dilakukan beberapa tahapan dari pemetaan bidang hingga melakukan sosialisasi kepada warga yang terkena dampak normalisasi tersebut. Bahkan hingga pemberian surat peringatan 1, 2 dan 3.

“Kami telah melakukan sosialisasi sebanyak tiga kali yakni tanggal 13 Maret 2017, 16 Maret 2017 dan 12 Mei 2017. Sementara untuk Surat Peringatan (SP) yakni tanggal 13 Juni 2017 surat peringatan ke satu, 20 Juni 2017 surat peringatan ke dua dan 5 Juli 2017 surat peringatan ke tiga,” kata Tri.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Berikut Pernyataan Luhut Menanggapi Tudingan Fahri Hamzah
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bertanggungjawab atas biaya pertemuan Dana Moneter Internasiona-Bank Dunia (IMF-WB) di ...
Air Mancur Menari di Monas Hibur Pengunjung Ibukota
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Para pengunjung terlihat memadarti area sekeliling Air Mancur Menari di area Monumen Nasional pada Sabtu malam, 2 September 2017. Sebagian pengunjung duduk di ...
Bagaimana Pengaruh Bullying pada Jangka Panjang terhadap Anak
16 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Menjadi korban bullying dapat memiliki konsekuensi yang sangat serius untuk kesehatan anak dan kesehatan mental, jadi pahami bagaimana jenis pelecehan ini ...
Siap-siap, Game of Thrones Mulai Syuting dalam waktu dekat.
1 September 2017, by Akbar Gemilang Suzli
Tanpa terasa 7 episode Game of Thrones yang ditayangkan selama 7 minggu terakhir telah usai. Untuk season selanjutnya sendiri dikabarkan akan mulai proses ...
Insiden Gambar Bendera RI terbalik, Kemlu Malaysia: Kami Menyatakan Penyesalannya
20 Agustus 2017, by Zeal
Tampang.com - Masyarakat Indonesia dikagetkan dengan adanya gambar bendera Indonesia yang dicetak terbalik dalam buku souvenir resmi Sea Games ke-29. Reaksi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
SabunPemutih