Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Bandara Soekarno- Hatta Batalkan 161 Penerbangan Bali-NTB

Bandara Soekarno- Hatta Batalkan 161 Penerbangan Bali-NTB

28 November 2017 | Dibaca : 1020x | Penulis : Admin

Tampang.com - Sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Kota Tangerang membatalkan 161 penerbangan tujuan Bali dan Lombok. Hal itu disebabkan karena adanya erupsi vulkanik dari letusan Gunung Agung. Akibatnya, ribuan calon penumpang pun menumpuk untuk memastikan jadwal penerbangan mereka selanjutnya.

Communication Manager Bandara Soetta, Dewandono Prasetyo menegaskan, pembatalan jadwal penerbangan itu dilakukan oleh maspakai Lion Air Group dan Garuda Indonesia. Pembatalan keberangkatan tujuan Denpasar dan Nusa Tenggara Barat itu (NTB) terjadi sejak Minggu (26/11), malam, lalu, hingga Senin (27/11), sore. Hal itu karena adanya abu vulkanik dari letusan Gunung Agung yang menggangu penerbangan ke dua kota tersebut.

“Benar, sejak semalam lalu sampai sekarang terjadi penumpukan penumpang di Terminal 1 dan 3 Bandara Soetta. Penumpukan ini terjadi karena penumpang ingin memastikan kapan pastinya jadwal keberangkatan kembali dilakukan oleh maskapai penerbangan di sini,” kata Dewandono.

Dijelaskan, pada Minggu (26/11) malam, terjadi pembatalan penerbangan sebanyak 111 penerbangan oleh Lion Air Group dan Garuda Indonesia dengan tujuan Lombok dan Bali. Terdapat 94 penerbangan Jakarta-Bali dan 17 penerbangan Jakarta-Lombok. Dan pada saat ini pun ikut dilakukan pembatalan 50 rute penerbangan oleh kedua maskapai penerbangan itu ke wilayah yang sama. Sepeti 30 penerbangan tujuan Jakarta-Bali dan 20 rute penerbangan tujuan Jakarta-Lombok.

“Total calon penumpang yang gagal terbang itu mencapai 16 ribu lebih. Pembatalan ini sesuai dengan instruksi Pemerintah dan Kementerian Perhubungan setelah adanya peningkatan status awas pada Gunung Agung. Kami pun terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai,” paparnya.

Terkait adanya penumpukan penumpang akibat pembatalan tersebut, Dewandono mengaku, pihaknya tak dapat memungkiri hal tersebut. Kendati demikian, kata dia, situasi di Bandara Soetta masih sangat kondusif. Lantaran pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Garuda Indonesia dan Lion Air Grup untuk menjelaskan permasalah itu kepada ribuan calon penyumpang mereka.

“Setidaknya untuk memberikan kepastian pada penumpang. Biar juga tidak ada penumpang yang terlantar dan diberikan penjelasan dengan baik. Untuk jadwal pasti penerbangan kembali para penumpang tujuan Lombok dan Bali kami serahkan ke maskapai penerbangan masing-masing,” imbuhnya.

Sementara salah satu penumpang tujuan bali, Nyoman Gede Perdana mengaku, jika dirinya belum mendapatkan informasi jadwal penerbangan dari pihak Lion Air terkait adanya pembatalan penerbangan tersebut. Sehingga dirinya kembali datang ke Bandara Soetta untuk memastikan jadwal penerbangannya ke maskapai penerbangan itu. Dia pun tak mempersoalkan adanya pembatalan tersebut. Namun, yang diharapkannya adanya kepastian jadwal penerbangan baru setelah erupsi vulkanik Gunung Agung selesai.

“Karena tidak ada kepastian saya sama yang lain ke sini. Aturannya pas Minggu malam itu dikasih tau biar jangan bolak-balik ke sini. Kami tau memang resikonya besar kalau tetap terbang, tetapi infomasikanlah jadwal pasti kami kapan berangkat ke Bali,” ucapnya di Terminal 1 B, Bandara Soetta.

Menyikapi itu, Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko menyatakan, jika pihaknya sedang melakukan refund dan me-reschedule jadwal penerbangan ratusan calon penumpang mereka tersebut. Salah satunya pengarahan calon penumpang untuk menghubungi pelayanan call center maupun customer service Lion Air Group yang tersedia di Bandara Soetta. Baik itu Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air.

“Ini yang masih kami rapatkan, karena belum ada kepastian dari BMKG terkait selesainya erupsi Gunung Agung. Jika besok ada kepastian kami akan memberangkatkan mereka, kalau tidak ya menunggu lagi. Kami masih koordinasi dengan layanan meteorologi penerbangan, penyelenggara navigasi penerbangan, pengelola bandara, otoritas bandara, serta beberapa pihak lain,” tuturnya.

Hal senanda  diungkapkan Pelaksana Harian VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono. Dengan situasi force majeure ini, seluruh penumpang Garuda Indonesia yang memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali diberi beberapa pilihan terkait pembatalan penerbangan. Diantaranya, mengubah jadwal penerbangan (reschedule), memperpanjang masa berlaku tiket sampai dengan 6 bulan sejak terjadinya force majeure, mengubah rute perjalanan (reroute), mengganti nama dan berlaku hanya 1 kali penggantian, dan melakukan full refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali atau Lombok akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik Gunung Agung reda dan kembali dalam situasi normal. Bagi penumpang yang ingin melakukan jadwal ulang penerbangan silahkan kunjungi web kami, disana semua sudah tersedia dan tinggal diakses saja,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Simpel Membuat Minyak Goreng Lebih Awet dan Tahan Lama
6 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok dapur yang selalu digunakan setiap hari saat memasak. Selain bahan dasarnya, kualitas minyak ...
Pasangan Burung Mengkoordinasikan Lagu dan Tarian Mereka untuk Menyampaikan Pesan
21 Desember 2017, by Slesta
Penelitian baru menunjukkan bahwa pasangan burung yang mengkoordinasikan gerakan bernyanyi dan sayap mereka lebih mampu menyampaikan pesan mereka. Sama ...
Game Latihan Otak Mungkin Tidak Lebih Baik dari Video Game
11 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Permainan latihan otak seperti orang-orang dari Lumosity mungkin tidak meningkatkan kemampuan berpikir orang secara keseluruhan atau membantu mereka membuat ...
Partai Demokrat Resmi Mendukung Prabowo
30 Juli 2018, by oteli w
Partai Demokrat Resmi Mendukung Prabowo Setelah melakukan pertemuan dengan prabowo, SBY mengungkapkan bahwa mendukung Prabowo maju dipilpres 2019 dan ...
Resep Bitterballen yang Gurih dan Renyah
28 Juli 2018, by Maman Soleman
Warisan budaya dari masa kolonialisme Belanda tak hanya berbentuk bangunan yang kokoh dan indah, tetapi juga ragam kuliner yang memperkaya khazanah kuliner ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview