Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ayam Tangkap, Kuliner Khas Aceh yang Dipenuhi Rempah dan Daun-daunan

Ayam Tangkap, Kuliner Khas Aceh yang Dipenuhi Rempah dan Daun-daunan

22 Juni 2018 | Dibaca : 703x | Penulis : Maman Soleman

Rimbun adalah kesan pertama yang tertangkap mata ketika menatap seporsi ayam tangkap. Betapa tidak, di atas piring, terdapat rempah daun-daunan hijau cukup semarak, bersama serundeng yang menemani beberapa potong ayam goreng. Terlihat menarik.

Ayam tangkap merupakan kuliner khas Aceh. Karena penampilannya itu, banyak yang menyebut ayam tangkap sebagai "ayam sampah". Untung saja, cita rasa yang dimiliki berbanding terbalik dengan tampilannya yang awut-awutan. Sedap dan gurih.

Di beberapa tempat, masakan ini juga dijuluki juga sebagai "ayam tsunami" karena rempah dan dedaunan ikut "bertebaran" di piring ketika disajikan, layaknya ketidakteraturan setelah bencana tsunami.

Rasa gurih dihasilkan dari bumbu yang meresap hingga ke sela-sela daging ayam kampung. Uniknya, serundeng yang terbentuk bukan terjadi akibat campur tangan kelapa parut, melainkan paduan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, dan rempah tradisional lain.

Metode memasaknya, gampang-gampang susah. Gampang karena sebenarnya menyerupai ayam goreng pada umumnya, diungkep kemudian digoreng. Yang susah adalah cara menggorengnya. Kalau terlalu sebentar, dagingnya kurang matang sempurna. Kalau terlalu lama, rempah dan daun kurang crunchy dan gosong. Harus pas waktunya.

Satu porsi ayam tangkap terdiri atas 2-3 potong ayam kampung yang terkubur oleh rimbunnya rempah dan daun-daunan. Konon, dinamakan ayam tangkap karena ayam yang digunakan merupakan hasil tangkapan dari pekarangan sendiri.

Saat disibak, ada irisan cabai hijau dan setidaknya dua jenis daun dalam sajian ini. Ada daun pandan juga daun temurui. Oh ya, daun temurui yang dikenal sebagai daun kari, ikut digoreng bersama. Sepintas, penampilannya seperti daun jeruk. Rasanya unik. Sedikit pahit, tetapi menimbulkan wangi yang khas dan menggugah. Di Aceh, daun ini menjadi salah satu rempah wajib yang ditambahkan dalam aneka masakan.

Setelah ayam matang, dedaunan ini memang tetap disajikan dengan menutupi ayam sehingga terlihat ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan. Dedaunan ini disamping sebagai daya tarik sajian juga menjadi lalapan kering untuk melengkapi potongan ayam. Bila masih dalam kondisi hangat, dedaunan ini memiliki cita rasa kering layaknya kerupuk.

Nasi mengepul hangat tentu jadi teman terbaik dalam menyantap ayam tangkap. Jangan lupa, cocol dengan sambal kecap yang manis pedas untuk menambah kesedaapannya!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Baterai Lithium Simpan Karbondioksida Kurangi Emisi
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Para ilmuwan yang bekerja mengembangkan baterai lithium-air untuk menangkap dan menyimpan karbon dioksida jauh dari atmosfer. Dengan menggunakan desain yang ...
Bukan iPhone, Android Jadi Pilihan Bill Gates
26 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hubungan bos Microsoft dan bos Apple sebelumnya, Steve Jobs memang unik. Keduanya diketahui pernah bekerja sama dalam beberapa proyek. Namun, ...
Ditemukan Gel Pencegah Infeksi HIV
22 Maret 2018, by Maman Soleman
Sejenis gel topikal berisi antivirus yang sangat efektif mencegah infeksi human immunodeficiency virus (HIV) pada perempuan hingga tiga jam setelah berhubungan ...
Tayangan Reality Show yang Menggunakan kata Tabayyun Namun Membuka Aib Orang, Bagaimana Hukumnya Dalam Pandangan Islam
2 Agustus 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Semakin berkembangnya dunia televisi di Indonesia maka akan semakin ketat pula persaingan antar sesama stasion televisi swasta, untuk membuat ...
Ini Pohon Apel yang Menginspirasi Isaac Newton untuk Teori Grvitasi
8 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Banyak dari kita mengetahui, hanya karena sebutir apel yang jatuh dari pohon, Sir Isaac Newton terinspirasi dan menemukan teori ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab