Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ayam Tangkap, Kuliner Khas Aceh yang Dipenuhi Rempah dan Daun-daunan

Ayam Tangkap, Kuliner Khas Aceh yang Dipenuhi Rempah dan Daun-daunan

22 Juni 2018 | Dibaca : 476x | Penulis : Maman Soleman

Rimbun adalah kesan pertama yang tertangkap mata ketika menatap seporsi ayam tangkap. Betapa tidak, di atas piring, terdapat rempah daun-daunan hijau cukup semarak, bersama serundeng yang menemani beberapa potong ayam goreng. Terlihat menarik.

Ayam tangkap merupakan kuliner khas Aceh. Karena penampilannya itu, banyak yang menyebut ayam tangkap sebagai "ayam sampah". Untung saja, cita rasa yang dimiliki berbanding terbalik dengan tampilannya yang awut-awutan. Sedap dan gurih.

Di beberapa tempat, masakan ini juga dijuluki juga sebagai "ayam tsunami" karena rempah dan dedaunan ikut "bertebaran" di piring ketika disajikan, layaknya ketidakteraturan setelah bencana tsunami.

Rasa gurih dihasilkan dari bumbu yang meresap hingga ke sela-sela daging ayam kampung. Uniknya, serundeng yang terbentuk bukan terjadi akibat campur tangan kelapa parut, melainkan paduan rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, dan rempah tradisional lain.

Metode memasaknya, gampang-gampang susah. Gampang karena sebenarnya menyerupai ayam goreng pada umumnya, diungkep kemudian digoreng. Yang susah adalah cara menggorengnya. Kalau terlalu sebentar, dagingnya kurang matang sempurna. Kalau terlalu lama, rempah dan daun kurang crunchy dan gosong. Harus pas waktunya.

Satu porsi ayam tangkap terdiri atas 2-3 potong ayam kampung yang terkubur oleh rimbunnya rempah dan daun-daunan. Konon, dinamakan ayam tangkap karena ayam yang digunakan merupakan hasil tangkapan dari pekarangan sendiri.

Saat disibak, ada irisan cabai hijau dan setidaknya dua jenis daun dalam sajian ini. Ada daun pandan juga daun temurui. Oh ya, daun temurui yang dikenal sebagai daun kari, ikut digoreng bersama. Sepintas, penampilannya seperti daun jeruk. Rasanya unik. Sedikit pahit, tetapi menimbulkan wangi yang khas dan menggugah. Di Aceh, daun ini menjadi salah satu rempah wajib yang ditambahkan dalam aneka masakan.

Setelah ayam matang, dedaunan ini memang tetap disajikan dengan menutupi ayam sehingga terlihat ayam sengaja diletakkan di bawah dedaunan. Dedaunan ini disamping sebagai daya tarik sajian juga menjadi lalapan kering untuk melengkapi potongan ayam. Bila masih dalam kondisi hangat, dedaunan ini memiliki cita rasa kering layaknya kerupuk.

Nasi mengepul hangat tentu jadi teman terbaik dalam menyantap ayam tangkap. Jangan lupa, cocol dengan sambal kecap yang manis pedas untuk menambah kesedaapannya!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Indonesia Ubah Nomor Event Olah Raga Asian Games 2018
29 November 2017, by Admin
Tampang.com - Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyetujui permintaan Indonesia untuk mengubah sembilan nomor event pada ajang Asian Games 2018. Namun hal itu tidak ...
5 Tanda Ini Buktikan Bahwa Kualitas Tidur Kamu Buruk
12 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu masih merasa lelah meskipun waktu tidur cukup bahkan lebih, coba perhatikan pola tidur kamu. Mungkin pola tidur kamu yang sebabkan ...
China Uji Coba Pesawat Hipersonik
7 Mei 2018, by Maman Soleman
China baru-baru ini menguji coba kendaraan hipersonik mereka. Pihak Departemen Pertahanan Nasional China menyatakan kendaraan hipersonik itu tidak dirancang ...
Hilangkan Bau Dalam Mobil Dengan Tips Berikut
31 Mei 2018, by oteli w
Hilangkan Bau Dalam Mobil Dengan Tips Berikut Penyebab bau tak sedap di kabin mobil biasanya adalah asap rokok, sisa makanan dan minuman, menyimpan ...
Meski Imbang, Duel Persib vs Persija diwarnai Ricuh pada Akhir Laga!
22 Juli 2017, by Zeal
Laga panas bergengsi antara Persib Bandung versus Perija Jakarta pada Sabtu (22/7) berakhir dengan skor 1-1. Laga yang dilangsungkan di stadion Gelora Bandung ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab