“Situasi yang terjadi di lapangan tentu bisa memicu masalah seperti yang baru-baru ini dilaporkan. Ini bukan hanya soal malu, tetapi lebih kepada kewaspadaan dan kesiapan dalam memasak,” ungkapnya. Beliau menekankan pentingnya evaluasi harian dan menyarankan para mitra, terutama yang baru bergabung, untuk tidak langsung melompat ke jumlah porsi yang besar tanpa persiapan yang memadai.
Dadan menggagas agar setiap mitra BGN melakukan persiapan secara bertahap dalam penyajian makanan. Sebagai contoh, mereka sebaiknya memulai dari 100 sampai 190 porsi terlebih dahulu. Setelah merasa yakin dan mampu, mereka dapat meningkatkannya sedikit demi sedikit hingga mencapai 3.000 porsi jika kondisi memungkinkan.
“Proses ini sangat krusial untuk memastikan bahwa kualitas makanan tetap terjaga dan tidak terjadi lagi insiden yang merugikan. Dengan cara ini, kami bisa membangun fondasi yang kuat bagi penyajian makanan bergizi,” jelas Dadan.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dadan, masalah dalam penyajian makanan sering kali muncul pada mitra BGN yang baru bergabung. Permasalahan ini, lanjutnya, sering kali terjadi akibat kurangnya pengalaman dan pengetahuan dalam memasak serta menyajikan ribuan porsi makanan.