Meski tidak diungkapkan identitasnya, Lee menyebut bahwa pelanggan tersebut adalah seorang yang baik hati dan sering menyumbang ke kuil serta panti jompo.
Dampak dari potongan harga ini sangat signifikan. Lee berhasil menjual 60 mangkuk laksa hanya dalam waktu satu jam. Penjualan di kedainya juga meningkat dua kali lipat.
Terkait pembayaran sumbangan ini, Lee mengaku bahwa margin keuntungannya tidak meningkat secara signifikan, bahkan harga bahan-bahan seperti udang dan santan juga meningkat. Namun, Lee ragu untuk menaikkan harga karena khawatir pelanggan tidak akan menerimanya.
Dipastikan bahwa sumbangan tersebut berhasil membantu mengimbangi sebagian biaya bahan-bahan untuk kedai Lee. Namun, seiring dengan kenaikan harga bahan-bahan, diperkirakan sisa dana sumbangan tersebut akan habis dalam satu atau dua minggu ke depan. Jika tidak ada sumbangan kedua setelah itu, Lee akan kembali menjual laksa dengan harga normal.