Perbedaan ini bisa memicu ketidaknyamanan atau bahkan rasa malu, karena suara yang terekam mungkin tidak sesuai dengan citra yang kita miliki tentang diri kita. Ini adalah reaksi normal, karena suara adalah bagian penting dari identitas diri kita.
Menerima dan Memanfaatkan Perbedaan Suara
Menerima bahwa suara yang terekam adalah suara kita yang sebenarnya bisa menjadi langkah pertama untuk mengatasi ketidaknyamanan ini. Dengan latihan dan paparan yang cukup, otak kita akan mulai terbiasa dengan suara yang terekam, dan perasaan aneh itu akan berkurang.
Bagi mereka yang bekerja di bidang yang melibatkan suara, seperti penyanyi, podcaster, atau public speaker, memahami perbedaan ini sangat penting. Merekam suara sendiri secara rutin dan mendengarkannya kembali bisa menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kualitas vokal. Dengan mendengarkan rekaman, kita bisa mengidentifikasi kelemahan, seperti intonasi yang tidak pas, nada yang terlalu tinggi atau rendah, atau kecepatan bicara yang tidak ideal. Rekaman suara menjadi cermin yang objektif bagi suara kita, membantu kita menjadi pembicara yang lebih baik.