Singa secara universal dikenal sebagai "Raja Hutan," sebuah julukan yang telah diabadikan dalam cerita dan mitologi. Ironisnya, julukan ini adalah misnomer, sebab singa sesungguhnya tidak hidup di hutan. Habitat alami mereka adalah padang rumput dan sabana yang luas di Afrika, di mana mereka menguasai rantai makanan. Gelar "Raja" yang mereka sandang lebih tepatnya berasal dari struktur sosial dan dominasi mereka sebagai predator puncak di habitat terbuka ini, sebuah fenomena yang telah lama menarik perhatian para ilmuwan.
Sebagai satu-satunya spesies kucing besar yang hidup dan berburu secara berkelompok, singa menampilkan tingkat kompleksitas sosial yang unik di dunia hewan. Kelompok mereka, yang disebut pride, biasanya terdiri dari singa betina dewasa yang saling terkait, anak-anak mereka, dan satu atau dua singa jantan dominan. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh National Geographic Society, ikatan emosional dan genetik di antara singa betina sangat kuat, dan mereka seringkali tetap berada di pride yang sama sepanjang hidup, membentuk matriarki yang kokoh.