Selain itu, kebiasaan singa yang bisa tidur hingga 20 jam sehari bukanlah tanda kemalasan, melainkan strategi bertahan hidup yang sangat efisien. Sebagai predator puncak, setiap perburuan membutuhkan energi yang sangat besar, dan tidak selalu berhasil. Dengan menghemat energi secara drastis melalui istirahat, singa memastikan bahwa mereka memiliki cadangan energi yang cukup untuk kebutuhan berburu yang kritis, yang pada akhirnya menopang kelangsungan hidup seluruh kelompok. Keseluruhan dinamika sosial ini menjadikan singa bukan hanya individu yang kuat, melainkan entitas sosial yang kompleks dan terorganisir, dan itulah yang benar-benar membuat mereka layak mendapatkan gelar "Raja."