Tampang

Manusia Ini Hidup di Ketinggian 12.000 Kaki

3 Jul 2017 22:01 wib. 1.595
0 0
dataran tinggi andes

Peneliti menyebutnya sebagai salah satu "batas terakhir kolonisasi manusia": elevasi  yang sangat tinggi dimana oksigen jarang dan suhu sedingin es. Kini penelitian dari dataran tinggi Andes di Amerika Selatan menunjukkan bahwa manusia yang menerjang kondisi seperti itu lebih dari 7.000 tahun yang lalu melakukannya dengan cara yang mengesankan sepanjang tahun. Seperti yang dinyatakan dalam siaran pers, penelitian sebelumnya membuktikan adanya pemburu dan pengumpul di dataran tinggi Peru selatan yang bahkan lebih tinggi pada 9.000 tahun yang lalu, namun ada banyak perdebatan mengenai apakah pendudukan mereka di daerah tersebut bersifat musiman atau menetap. Sebuah tim yang dipimpin oleh periset University of Wyoming mulai menjawab pertanyaan tersebut dengan menggali situs di Peru pada 12.500 kaki di atas permukaan laut. Itu lebih dari dua kali lebih tinggi dari Denver, dan begitu tinggi sehingga peneliti utama Randy Haas mengatakan bahwa dia melihat orang-orang jatuh pingsan setelah melakukan pendaratan di bandara setempat.

Tim tersebut menemukan sisa-sisa 16 orang bersama dengan sekitar 80.000 artefak dan kemudian melihat faktor-faktor ini: isotop oksigen dan karbon di tulang-tulang manusia, demografi tulang-tulang tersebut, jarak tempuh ke daerah dengan elevasi rendah. Hasilnya merupakan "dukungan empiris terkuat sampai saat ini untuk pekerjaan tetap" di sana, menurut penelitian yang dipublikasikan di Royal Society Open Science: tulang-tulang tersebut mengungkapkan nilai-nilai isotop oksigen yang rendah dan karbon yang tinggi, mengungkapkan bahwa orang-orang ini melakukan pekerjaan tetap disana. Terlebih bahwa waktu tempuh ke zona elevasi rendah terlalu lama untuk dilakukan secara musiman. Lebih lanjut, bahwa ternyata perempuan dan anak-anak adalah bagian dari kelompok tersebut yang bermigrasi dari ketinggian rendah dan alat mereka hampir secara eksklusif dibuat dengan batu yang ditemukan di dataran tinggi.

Sumber: newser.com

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Aturan Pemilu Perlu Direvisi?