Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Usai Gelar Pertemuan Tertutup dengan PKS, SBY Jadi Teringat Ini

Usai Gelar Pertemuan Tertutup dengan PKS, SBY Jadi Teringat Ini

31 Juli 2018 | Dibaca : 655x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Usai secara intens membangun komunikasi politik dengan Partai Gerindra, kini Partai Demokrat membangun komunikasi politik dengan PKS. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri kemarin malam keduanya gelar pertemuan tertutup di lantai 16 Hotel Gran Melia, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/07/2018) malam.

Pertemuan itu mengingatkannya pada peristiwa saat ia maju sebagai presiden di dua periode berturut-turut. Ia menjadi teringat karena saat mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2004 dan tahun 2009, PKS merupakan salah satu partai yang mendukungnya.

"Selama 10 tahun kami bersama sama dalam pemerintahan. Dulu ketika saya maju sebagai calon presiden, PKS adalah yang pertama-tama bersatu dalam koalisi dan kemudian diulangi lagi pada pemilihan presiden tahun 2009," kata SBY saat konferensi pers.

Presiden ke-6 itu teringat kerjasama yang dijalin partainya dengan PKS dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi pada masa itu. SBY pun tidak lupa mengapresiasi PKS sebagai partai Islam yang dinilainya cocok dengan iklim demokrasi Indonesia.

"Karena itulah kami dulu bersama-sama, kami juga tidak menginginkan adanya tindakan-tindakan yang radikal dari siapapun dari kelompok mana pun," ujar SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu dengan yakin dan penuh semangat kebhinekaan bisa dijunjung tinggi apabila berkoalisi dengan PKS. Sebagai contoh ia menyanjung Salim Segaf yang menjabat sebagai Menteri Sosial, dan pemerintah membantu rakyat tanpa membedakan suku, agama, dan ras.

"Oleh karena itu istilah kerakyatan keumatan dan kebangsaan harus kita baca dalam satu napas. Inilah komitmen kami dan kami ulangi lagi jika Insyaallah ditakdirkan Allah SWT bersama-sama dalam perjuangan di tahun 2019 mendatang," katanya

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Benarkah Cahaya Kuning Dapat Menembus Kabut?
1 Juli 2018, by Maman Soleman
Untuk keperluan sehari-hari, para pengemudi cukup puas dengan menggunakan lampu Der Filamen Wolfram. Dengan besar hati mereka mengemudikan kendaraannya di ...
 Mengapa China Bisa Jadi Negara Maju Di Dunia?
12 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Coba Anda lihat barang – barang yang Anda pakai sehari – hari, bukankah barang tersebut merupakan barang – barang yang ...
Wajah Kamu Berminyak? Coba untuk Konsumsi Makanan ini
4 April 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mengalami wajah yang berminyak sangat mengganggu penampilan karena wajah terlihat kusam. Selain itu, wajah yang berminyak pun akan mudah ...
Edinson Cavani Masih Ingin Menjadi Penendang Penalti PSG
25 September 2017, by Rachmiamy
Pemain PSG asal Uruguay Edinson Cavani telah mencetak 95 gol dari 140 pertandingan Liga Prancis selama empat musim bermain untuk PSG. Cavani berhasil diboyong ...
Korban Teroris Kembali Berjatuhan di NKRI, Mengapa Undang – Undang Anti Teroris Belum Disahkan? Sungguh memilukan dan sangat tidak manusiawi apa yang telah dilakukan teroris di Surabaya.  Teroris ke
14 Mei 2018, by oteli w
Korban Teroris Kembali Berjatuhan di NKRI, Mengapa Undang – Undang Anti Teroris Belum Disahkan DPR? Sungguh memilukan dan sangat tidak manusiawi apa ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab