Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

12 Oktober 2018 | Dibaca : 135x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Memang selama ini ditegaskan bahwa seorang pegawai negeri atau PNS dilarang untuk berpolitik, apalagi seorang guru, dan memang kalau untuk TNI tidak diperbolehan untuk memilih apalagi memihak salah satu calon dalam Pemilu.

 Hal ini terjadi pada seorang guru SMAN 87 Jakarta, tindakan seorang guru dari sekolah tersebut telah dilaporkan memberikan doktrin dan arahan kepada para siswanya untuk membenci Jokowi.  Dan hal ini telah di usut oleh pihak Mapolda Metro Jaya dan BANWASLU DKI Jakarata.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, Polri merupakan bagian dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sehingga wajib dilibatkan dalam setiap penanganan dugaan adanya pelanggaran pemilu.

Kebenaran akan doktrin yang menyatakan dirinya membenci Jokowi memang belum ada, dan  hingga namanya telah menjadi bahan perbincangan di dunia maya sebagai guru yang melibatkan siswa dalam berkampenye di sekolah belum terlihat kebenarannya, sang guru tidak mengakui kalau dirinya bersalah dengan cara mengajarnya.

Setelah diperiksa pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu, yang bersangkutan membantah telah menjelek-jelekkan Presiden Jokowi.

"Jadi saat kita ketemu dengan guru yang bersangkutan dan kepala sekolah, guru ini menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan intimidasi terhadap murid-murid apalagi menjelekkan Pak Jokowi," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri ,Kamis (11/10/2018).

Tenaga pendidik itu cukup terkejut ketika dirinya menjadi perbincangan hangat di jagad dunia maya.

"Dia merasa bahwa dalam proses belajar dan mengajar yang disampaikan itu tidak ada masalah," imbuh dia.

Dalam unggahan yang viral itu, pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Dueh ya, jaman sekarang yang namanya aja katanya negara demokrasi , rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya, namun pada kenyataanya berbicara sedikit saja sudah ditahan, terus mana yang dinamakan negara demokrasinya itu.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Grace Gabriela Bocah 6 Tahun Meninggal Ditemukan Tewas di Dalam Karung
8 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Orangtua mana yang tidak sedih dan perasaan sangat kehilangan ketika anaknya meninggal dunia? Tentu semua orang pasti merasakan hal yang sama, bukan? ...
shah ruhk khan
27 April 2017, by Devi
Seperti Kita ketahui Shah Rukh Khan adalah aktor kawakan di industri perfilman Bollywood.Sudah Puluhan film yang di bintanginya nyaris selalu merajai Box ...
Menutupi 70% Permukaan Bumi, Sudahkah Kita Mengenal Baik Apa Itu Lautan?
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Lautan mencakup lebih dari 70% permukaan bumi. Sekitar 97% air bumi terkandung di lautan dan lautan. Kelima lautan, Pasifik, Atlantik, India, Selatan, dan ...
Ini Maskapai Penerbangan yang Siap Operasi di Bandara Kertajati
13 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com – Bandara Internasional Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ditargetkan akan mulai beroperasi pada bulan februari ...
hasto pdip
11 Januari 2018, by Admin
Oleh: Felix Siauw Ramai berita tentang tangis para pemuncak partai, merasa jadi korban kekejaman politik, salah satu bintangnya tenggelam oleh kasus semisal ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite