Tutup Iklan
belireview
  
login Register
Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

12 Oktober 2018 | Dibaca : 96x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Memang selama ini ditegaskan bahwa seorang pegawai negeri atau PNS dilarang untuk berpolitik, apalagi seorang guru, dan memang kalau untuk TNI tidak diperbolehan untuk memilih apalagi memihak salah satu calon dalam Pemilu.

 Hal ini terjadi pada seorang guru SMAN 87 Jakarta, tindakan seorang guru dari sekolah tersebut telah dilaporkan memberikan doktrin dan arahan kepada para siswanya untuk membenci Jokowi.  Dan hal ini telah di usut oleh pihak Mapolda Metro Jaya dan BANWASLU DKI Jakarata.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, Polri merupakan bagian dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sehingga wajib dilibatkan dalam setiap penanganan dugaan adanya pelanggaran pemilu.

Kebenaran akan doktrin yang menyatakan dirinya membenci Jokowi memang belum ada, dan  hingga namanya telah menjadi bahan perbincangan di dunia maya sebagai guru yang melibatkan siswa dalam berkampenye di sekolah belum terlihat kebenarannya, sang guru tidak mengakui kalau dirinya bersalah dengan cara mengajarnya.

Setelah diperiksa pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu, yang bersangkutan membantah telah menjelek-jelekkan Presiden Jokowi.

"Jadi saat kita ketemu dengan guru yang bersangkutan dan kepala sekolah, guru ini menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan intimidasi terhadap murid-murid apalagi menjelekkan Pak Jokowi," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri ,Kamis (11/10/2018).

Tenaga pendidik itu cukup terkejut ketika dirinya menjadi perbincangan hangat di jagad dunia maya.

"Dia merasa bahwa dalam proses belajar dan mengajar yang disampaikan itu tidak ada masalah," imbuh dia.

Dalam unggahan yang viral itu, pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Dueh ya, jaman sekarang yang namanya aja katanya negara demokrasi , rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya, namun pada kenyataanya berbicara sedikit saja sudah ditahan, terus mana yang dinamakan negara demokrasinya itu.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Walau PTUN Sudah Menolak Gugatan, HTI akan Ajukan Banding
8 Mei 2018, by oteli w
Walau PTUN Sudah Menolak Gugatan, HTI akan Ajukan Banding Seperti diketahui bahwa Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah memutuskan untuk ...
Langkah Tepat Turunkan Berat Badan dengan Jalan Kaki
17 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Postur tubuh yang ideal merupakan idaman setiap orang. Bukan hanya memperindah penampilan ternyata berat badan ideal pun sangat mepengaruhi ...
Waketum Hanura: Presiden Tak Mungkin Bangkitkan PKI Lewat Film G30S/PKI
25 September 2017, by Rindang Riyanti
Waketum Partai Hanura menepis tudingan politikus r PAN Amien Rais yang mengatakan bahwa di masa kepemimpinan Jokowi memberi angin segar bagi kebangkitan PKI. ...
robot semut
27 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ilmuwan asal Amerika Serikat berhasil membuat robot kecil yang dapat berperilaku seperti semut, dengan berkoloni. Robot tersebut berbentuk kubus ...
Cristiano Ronaldo Masih Kokoh Sebagai Top Skor Sementara Piala Dunia 2018
23 Juni 2018, by oteli w
Cristiano Ronaldo Masih Kokoh Sebagai Top Skor Sementara Piala Dunia 2018 STRIKER Tim Nasional (Timnas) Portugal, Cristiano Ronaldo, kembali kokoh ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview