Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

Seorang Guru PNS di Periksa Polisi karena Melakukan Kampenye Terselubung pada Siswanya

12 Oktober 2018 | Dibaca : 357x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Memang selama ini ditegaskan bahwa seorang pegawai negeri atau PNS dilarang untuk berpolitik, apalagi seorang guru, dan memang kalau untuk TNI tidak diperbolehan untuk memilih apalagi memihak salah satu calon dalam Pemilu.

 Hal ini terjadi pada seorang guru SMAN 87 Jakarta, tindakan seorang guru dari sekolah tersebut telah dilaporkan memberikan doktrin dan arahan kepada para siswanya untuk membenci Jokowi.  Dan hal ini telah di usut oleh pihak Mapolda Metro Jaya dan BANWASLU DKI Jakarata.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, Polri merupakan bagian dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sehingga wajib dilibatkan dalam setiap penanganan dugaan adanya pelanggaran pemilu.

Kebenaran akan doktrin yang menyatakan dirinya membenci Jokowi memang belum ada, dan  hingga namanya telah menjadi bahan perbincangan di dunia maya sebagai guru yang melibatkan siswa dalam berkampenye di sekolah belum terlihat kebenarannya, sang guru tidak mengakui kalau dirinya bersalah dengan cara mengajarnya.

Setelah diperiksa pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu, yang bersangkutan membantah telah menjelek-jelekkan Presiden Jokowi.

"Jadi saat kita ketemu dengan guru yang bersangkutan dan kepala sekolah, guru ini menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan intimidasi terhadap murid-murid apalagi menjelekkan Pak Jokowi," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri ,Kamis (11/10/2018).

Tenaga pendidik itu cukup terkejut ketika dirinya menjadi perbincangan hangat di jagad dunia maya.

"Dia merasa bahwa dalam proses belajar dan mengajar yang disampaikan itu tidak ada masalah," imbuh dia.

Dalam unggahan yang viral itu, pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Dueh ya, jaman sekarang yang namanya aja katanya negara demokrasi , rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya, namun pada kenyataanya berbicara sedikit saja sudah ditahan, terus mana yang dinamakan negara demokrasinya itu.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

5 Aktivitas di Pagi Hari Ini Mampu Tingkatkan Produktivitas Kamu
12 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Meskipun kita menyukai pekerjaan yang kita lakukan saat ini, tentunya ketika stress melanda akan sulit membuat diri kita fokus dan tetap ...
Christopher Rungkat Tundukkan Petenis Thailand Ajang TEZ Tenis Open 2017
22 November 2017, by Admin
Tampang.com - Kubu Indonesia semringah pada hari kedua babak utama turnamen internasional bertajuk TEZ Tennis Open 2017 di Jakarta, Selasa (21/11). Tiga ...
Upaya Pemprov DKI Jakarta untuk Menurunkan Polusi Udara
12 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Kadis Lingkungan DKI Jakarta, Isnawa Adji menyebut berdasarkan pemantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ...
Kamu Penderita Maag? Hindari Makanan Ini Saat Berpuasa
2 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman harus menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang pernah sakit maag. “Sebaiknya menghindarkan ...
11 Kegiatan yang biasa Dilakukan orang Menjelang Berbuka Puasa
17 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Bulan Ramadhan atau puasa tinggal sepekan lagi, hampir semua umat islam khususnya di Indonesia mempersiapkan diri baik persiapan fisik maupun ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview